Sebentar lagi!
Saya kerap menyemangati diri saya sendiri, ketika kejenuhan mulai mengusik penerimaan atas takdir yang telah Allah gariskan. Sebentar lagi! Waktu memang demikian. Kerap terasa melambat saat ia diisi dengan hal yang kita tak ingin ia menimpa. Tapi justru dr sanalah, kita jadi benar-benar mengerti, bahwa kita hanyalah hamba yang tiada kuasa apa-apa. Allah-lah, yg berkuasa mengatur hidup kita. Saya sempat melewati masa-masa keputusasaan saat berbulan-bulan harus mengurusi bapak yang keadaannya kembali seperti saat awal-awal dilahirkan. Terkadang, saya yang sok tegar ini begitu saja tiba-tiba menangis. Mengeluh. Jenuh. Tapi rupanya, tiap tangisan itu adalah energi baru yang terus menguatkan. Tiap tangisan itu adalah caraNya menunjuki saya akan kekuasaanNya yang tak dapat saya lawan dengan keputusasaan. Melainkan dengan doa. Ya. Meski ijabah atas doa-doa yang saya lambungkan tak serta merta terlihat, setidaknya ada harapan yang takkan patah. Ada nikmat yang jauh lebih besar dari pen...