Malaikat-malaikat Allah (3)
Saya tak ingin kehilangan harapan. Meski dokter, lewat raut wajah serta ucapannya, mengatakan penyakit bapak sudah terlampau kronis hingga angka harapan hidupnya hanya sedikit, saya harus tetap yakin bahwa ajal setiap hamba berada dalam kekuasaanNya. Meski saya juga tak menyangsikan akan keganasan penyakit yang bapak derita. Tiap kali melihat bapak 'jungkir balik' kesakitan, tatapan matanya yang mulai kosong, hingga badannya sempat berdarah-darah karena terbentur kayu meja ketika kesadarannya menurun parah, tangis saya memang kerap begitu saja pecah. Saya cuma bisa berdoa, "semoga Allah menggugurkan dosa-dosa bapak. Hingga kelak, ketika saatnya beliau menghadapNya, telah suci keadaannya. Aamiin." Setelah dokter mengatakan bahwa jalan yang mungkin bisa ditempuh untuk pengobatan bapak adalah kemoterapi, ada raut-raut wajah kebingungan. Wajah milik ibu, bibi, paman, semua keluarga. Hingga akhirnya, dengan berbagai masukan dan pertimbangan, kami memutuskan untuk mera...