Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Malaikat-malaikat Allah (3)

Saya tak ingin kehilangan harapan. Meski dokter, lewat raut wajah serta ucapannya, mengatakan penyakit bapak sudah terlampau kronis hingga angka harapan hidupnya hanya sedikit, saya harus tetap yakin bahwa ajal setiap hamba berada dalam kekuasaanNya. Meski saya juga tak menyangsikan akan keganasan penyakit yang bapak derita. Tiap kali melihat bapak 'jungkir balik' kesakitan, tatapan matanya yang mulai kosong, hingga badannya sempat berdarah-darah karena terbentur kayu meja ketika kesadarannya menurun parah, tangis saya memang kerap begitu saja pecah. Saya cuma bisa berdoa, "semoga Allah menggugurkan dosa-dosa bapak. Hingga kelak, ketika saatnya beliau menghadapNya, telah suci keadaannya. Aamiin." Setelah dokter mengatakan bahwa jalan yang mungkin bisa ditempuh untuk pengobatan bapak adalah kemoterapi, ada raut-raut wajah kebingungan. Wajah milik ibu, bibi, paman, semua keluarga. Hingga akhirnya, dengan berbagai masukan dan pertimbangan, kami memutuskan untuk mera...

Malaikat-malaikat Allah (2)

Berita tentang sakitnya Bapak awalnya hanya ingin kubagi pada orang-orang terdekat. Tapi seolah bagai jamur di musim penghujan, ia merambat meluas hingga banyak yang menghubungi saya untuk memastikan kabar itu. Saya jawab, "iya, mohon doanya." Tak lupa, saya selalu menyisipkan emoji senyum tuk menandakan bahwa saya baik-baik saja. Saya tidaklah sesedih seperti apa yang mungkin mereka cemaskan. Meski sebenarnya kadang manusiawi saya merongrong hebat. Terlebih ketika menghadapi kondisi kesadaran bapak yang makin hari makin memburuk. Bapak tidak lagi ingat akan dirinya, keluarganya, dan banyak hal yang sebelumnya pernah jadi memori di ingatannya. Beliau juga tak bisa mengurus kebersihan dirinya. Buang airpun terkadang begitu saja ia lakukan. Sedang ketika dipakaikan popok, dengan segera tangannya melepaskannya. Maka hari-hari saya adalah tentang menyuapi makan, membersihkan badan, hingga membersihkan kotoran. Subhanallah. Saya terus berdzikir agar tidak lepas kendali bersebab ...

Malaikat-malaikat Allah (1)

Hari itu, saya izin pada Ibu untuk berangkat liqo' (pengajian pekanan). Dengan mudahnya, ibu mengizinkan. Mungkin ia tahu, ngaji adalah salah satu kebutuhan anaknya yang imannya terlalu sering naik turun ini. Meski agak berat, akhirnya saya meninggalkan ruang bedah 2 nomor 334 itu. Meninggalkan bapak yang masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit bersama seorang yang saya sebut sebagai malaikat tak bersayap; ibu. Selang kurang lebih 1 jam saya mendengar siraman ruhani dari ustadzah, di sesi akhir seperti biasa, bagian qodoya atau 'curhat' pun tiba. Awalnya tidak ada yang bicara. Sampai kemudian ustazdah berinisiatif menanyai kabar. Terlebih pada saya, yang memang sudah diketahui beberapa hari terakhir tengah menghadapi satu fase yang menurut manusia pada umumnya disebut ujian. Bapak sakit. Dengan vonis dokter yang kurang mengenakkan. Sakit kanker. Stadium lanjut. Awalnya, saya tetaplah saya yang selalu sok tegar. Tersenyum. Meyakinkan orang-orang di sekeliling...

Inspirasi mendongeng ketika sakit #10

Semalaman kepala kerasa cenat-cenut. Hidung mampet plus tenggorokan kerasa sakit. Jadilah hari ini memutuskan untuk absen dari sekolah. Berbaring seharian di tempat tidur memang menjenuhkan. Sampai kemudian berpikir dan berpikir; "enaknya ngapain yaa?" Lalu keingetan tantangan 10 hari yang belum juga sampai 10 hari hehehe.. Jadilah ditempat tidur mengembangkan imaginasi. Sebuah dongeng tentang menjaga kesehatanpun jadi juga. Heheh.. Dongengnya untuk disimpan dulu. Siapa tahu nanti ketemu bocil untuk kubagikan ke mereka.  #Tantangan10Hari #KuliahBunsayIIP #Level10 #GrabYourImagination

Menonton Dongeng #9

Gambar
Haah.. setelah berhari-hari tdk mengerjakan tugas, hari ini berusaha lagi untuk mengumpulkan energi 😂 Terpikirlah untuk menonton dongeng2 di youtube. Taraa.. ketemulah video dongeng kak Awam yg lumayan bikin energi mendongeng terkumpul lagi. #Tantangan10Hari #Level10 #KuliahBunsayIIP #GrabYourImagination

Dongeng bersama Ranis

Malam ini aku kedatangan tamu kecil. Ranis namanya; keponakanku. Ranis senang sekali dengan kucing. Kebetulan, ada seekor anak kucing di ruang tamu. Ia langsung mendekati si kucing. Kemudian, Ranis yg usianya 4 tahunan ini mendongeng kesana kemari tentang si kucing. Kudengarkan saja hingga ceritanya habis. MasyaAllah. Imaginasinya sungguh luar biasa. #Tantangan10Hari #Level10 #KuliahBunsayIIP #GrabYourImagination

'Dongeng' Sendiri

Hari ini, jadwal full. Tidak ada longgar waktu yg bisa digunakan untuk mengobrol santai bersama anak-anak. Rentetan tugas di sekolah seakan menumpuk. Jadilah kepala pening pengin tidur aja haha. Ini sih yg perlu didongengi ya diri sendiri. Jadi ingat kisah Rasulallah saw. ketika masa-masa terberatnya pasca ditinggal istri tercinta dan pamannya meninggal dunia. Kaum kafir mulai berani menghina Rasul, bahkan penduduk Thaif sampai melempari Rasul dgn batu. Tapi Rasulallah saw tak patah semangat. Beliau tetap melanjutkan tugasnya sbg Rasul. Berdakwah. Menyebarkan Islam. Meski harus melewati  terjalnya bebatuan, derasnya ombak lautan. Meski ajakannya jadi ejekan, Rasulallah saw tetap teguh memperjuangkan. Hingga kini akhirnya Islam tersebar luas di seluruh dunia. Haah.. kalau tugas-tugasku mah belum seberapa. Keciiiil banget. Semangaat.. (Agak berat nih kisahnya) 😂 #Tantangan10Hari #Level10 #KuliahBunsayIIP #GrabYourImagination

Dongeng Sebelum UAS #6

Pagi tadi, aku berkesempatan untuk menemani anak-anak kelas 2 memulai hari dengan majelis pagi yg biasa diisi dgn kegiatan dhuha dan berdoa bersama. Alhamdulillah. Buatku ini kesempatan emas. Karena akhir-akhir ini jarang sekali mengobrol bersama mereka. Cukup lama menunggu mereka berwudhu, aku mencari-cari ide untuk mendongeng. Namanya anak-anak. Meski aku telah menunggu di dalam kelas, ada saja yg masih asyik bergurau di luar. Lantas kupancing mereka agar segera duduk di dalam. "Ada yg mau dengarkan cerita ibu?" Tanyaku mengawali. "Mau.. mau.. mau..!" Sahut menyahut mereka menjawab tanyaku penuh antusias. Meski belum semua siswa. "Kalau begitu, duduk yg rapi ya. Dan panggil teman2 yg masih diluar untuk segera masuk dan duduk rapi!" Kataku lagi. Anak-anak yg antusias tadi, mulai memanggil teman-temannya yang masih diluar. Lantas menyuruh mereka untuk duduk rapi. Diam mendengarkan. Meski masih ada saja yg sibuk sendiri. Kuawali dengan nada suar...

Guru Pendongeng #5

Alhamdulillah, pagi tadi berkesempatan masuk ke kelas Biru, murid yg sempat kuceritakan di tantangan hari pertama lalu. Sebelum memulai ulangan akhir semester di hari pertama ini, ada beberapa menit yang dinamai mejelis pagi. Momen ini saya gunakan salah satunya untuk mendongeng. Dongeng yg sudah kubuat untuk Biru. "Aku butuh media yg bisa menggambarkan planet." Batinku. Tapi tak kulihat sesuatu yg berbentuk bulat layaknya planet. Maka, jadilah botol minum milik anak-anak sebagai medianya. Dongengpun dimulai. Kumainkan suara agar sebisa mungkin menarik perhatian mereka. Haaap!!! Anak-anaknya yg awalnya mengobrol kesana kemari, mulai diam. Memperhatikan dengan seksama dongengku tentang si planet baik hati. Alhamdulillah. Dongeng yg hanya kurang lebih 3 menit itu berhasil kulakukan. Meski agaknya aku mesti banyak belajar lagi hehehe. #Tantangan10Hari #Level10 #KuliahBunsayIIP #GrabYourImagination

Mengambil Hikmah dari Sejarah #4

Gambar
Sejarah memang selalu menebarkan hikmah, pelajaran bagi hidup. Hari ini, setelah sepekan lalu memulai membuka lembaran pertama buku yang berjudul Best Stories of Mush'ab bin Umair ini, saya menyelesaikan membacanya. MasyaAllah. Banyak hal yang kemudian saya jadikan pelajaran hidup. Kisah ratusan tahun silam yg ternyata masih sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Begitulah sejarah memberi pelajaran berarti. Semisal kisah Mush'ab yg rela meninggalkan harta kekayaan dunia, yg hari ini banyak orang memperebutkan bahkan dengan cara yg tak sepatutnya, demi ajaran Islam yg membuat tenteram hatinya. Sejarah atau kisah, memang salah satu cara efektif untuk belajar. Dengan cara ini, pelajaran seolah begitu mudahnya merasuk jiwa. Memberi energi untuk mengaplikasikan yg dipelajari. Alhamdulillaah.. #Tantangan10Hari #Level10 #KuliahBunsayIIP #GrabYourImagination

Learning through Story #3

Gambar
Hari ini jadwalnya nemani Yasmin (murid les-ku) belajar English. Yasmin sangat exciting. Pertama karena memang dia suka pelajaran satu ini. Kedua, karena bukunya yang menarik untuk anak-anak. Kenapa menarik? Karena dalam buku itu, banyak cerita-cerita petualangan yang memancing imaginasi anak, termasuk Yasmin. Belajarpun menjadi menyenangkan. Melalui cerita petualangan yg dilengkapi gambar tersebut, Yasmin yg sebenarnya agak pemalu, tadi malah banyak mengungkapkan isi cerita itu dengan antusias. Waah.. ternyata cerita sangat bermanfaat untuk dijadikan media pembelajaran bagi anak-anak yg memang daya imaginasinya masih sangat tinggi. #Tantangan10Hari #Level10 #KuliahBunsayIIP #GrabYourImagination

Dari sebuah Kereta #2

Hari libur ini, ada satu agenda rutin yang harus aku datangi. Pengajian pekanan. Aku berangkat membonceng seorang yang biasa aku sebut teteh, lengkap dengan anaknya yang baru berusia 2 tahun. Fawaz namanya. Dalam perjalanan, palang pintu perlintasan kereta api-api tiba-tiba menunda perjalanan kami. Tandanya, kereta akan lewat. "Ka. Mau ada kereta!" Kata si teteh pada anaknya, Fawaz. "Iya ka. Liatin ya." Kataku menimpali. Fawaz nampak serius menunggu si kereta lewat. Jugujuggujuggujuggujug.. Keretapun lewat. Fawaz masih terkesima melihatnya. Hingga palang pintupun terbuka kembali. Kami melanjutkan perjalanan. Hingga sampai di tempat pengajian. Selesai mengaji, saya coba mendekati Fawaz yg sudah terkenal "jutek". Hehe Saya coba memancing obrolan dengan tema kereta api. Kereta yg pagi tadi kami lewati. Sambil membuat-buat dongeng tentang kereta. Wuiiih.. Fawaz yg jutek akhirnya bisa tertawa dengan dongeng itu. Hihiii.. alhamdulillaah.. menyenan...

Dongeng untuk Biru #1

Karena sedang ulangan akhir semester, hari ini anak-anak pulang cepat dan hampir tak ada jeda untuk bercengkrama dengan mereka. Jadi, niatan untuk mendongeng untuk mereka, harus rela ditunda. Tapi tiba-tiba, pikiranku tertuju pada satu siswa yang menurut bunda dan wali kelasnya, anak ini menjadikanku sebagai guru favoritnya hehehe.. Namanya Biru Langit Ramadhan. Unik ya namanya. Seunik kepribadiannya. Buatku, Biru ini murid spesial. Imaginasinya berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Biru sangat senang bercerita tentang planet-planet. Dari situlah ide untuk membuat dongeng untuknya muncul begitu saja. Dongeng tentang planet yg semoga ketika bertemu dengannya nanti bisa langsung kuhadiahkan untuknya. Taraaa.. Ini dia dongengnya: Si Planet Baik Hati Suatu hari, sebuah planet bernama Mars sedang asyik berputar-putar di angkasa. Sambil terus berdzikir kepada Allah, Penciptanya. Mars sangat gembira, karena hari ini ia masih bisa bergerak kesana kemari. Tiba-tiba, tubuhnya merasakan gu...

Creative Design

Gambar
Saya nggak ahli buat design seperti ini. Tapi dengan terus menggali kreativitas dalam diri, Alhamdulillaah jadi juga flyer design untuk kegiatan siaran ini hehehe.. #Tantangan10Hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative

Anak-anak Kreatif

Gambar
Hari ini, saya menyaksikan kegembiaraan anak-anak atas kreativitasnya. Saat masuk kelas, saya melihat alat-alat musik dari gagang sapu dan kardus bekas. Kemudian mereka berakting ala penyanyi lengkap dengan mic yang sebenarnya adalah botol minum. Haaaah ada ada saja. Tapi berhasil menghibur saya 😂 #Tantangan10Hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative

Pembatas Mushaf Quran

Gambar
Ceritanya hari ini lihat tumpukan kartu undangan bekas yang kertasnya bagus-bagus. Jadi sayang kalau dibuang hehe. Kepikiranlah untuk dijadikan sesuatu. Tapi apa yaa? AHA!! Kebetulan banget. Selama ini ada satu tantangan yaitu sering lupa batas tilawah dan murojaah hafalan baik punya diri sensiri maupun punya anak-anak di sekolah. Jadilah hari ini berkreasi untuk memanfaatkan kartu undangan bekas ini biar nggak mubazir hehehe.. #Tantangan10Hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative

Explorer!

Gambar
Hari ini, saya menemani siswa-siswi melakukan kunjungan edukasi ke taman mini indonesia indah. Setiap guru mendapatkan masing-masing 3  hingga 4 siswa bimbingan. Begitupun saya yang mendapatkan 3 siswa unik nan hebat untuk saya dampingi dalam mengeksplore rasa ingin tahunya. Mereka adalah Husein, Irdy, dan Adit. Kami mengunjungi 3 lokasi. Mulai dari museum transportasi, dunia air tawar, dan dunia serangga. MasyaAllah. Anak-anak memang selalu semangat. Mereka berlarian. Memperhatikan satu persatu alat transportasi, ikan-ikan, serta jenis-jenis serangga yang bermacam-macam. Ketika melihat-lihat, saya mengajak mereka berdialog. Bertanya pendapat mereka mengenai ciri-ciri, keunikan, dan lain-lain dari apa yang mereka lihat disana. Saya berusaha untuk selalu mengapresiasi setiap jawaban mereka. Karena saya yakin, dari hal itulah mereka akan berani mengemukakan ide dan gagasan mereka yang brilian. Alhamdulillaah.. #Tantangan10Hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative

Kreatif Membagi Waktu

Akhir-akhir ini lagi sering kedodoran dalam masalah membagi waktu. Karena ibu lagi banyak pesanan kue, mau nggak mau sebagai anak yang baik (hehe), saya harus bantu. Tantangannya adalah, waktu pembuatan kue adalah dipagi hari disaat lagi hectic2nya  suasana rumah. Saya harus berangkat ke sekolah sebelum pukul 06.30, si adek pun begitu karena berangkat ke sekolahnya bareng saya. "Ini bukan masalah. Tapi tantangan!" Begitu gumam saya yang kerap mendengar kata-kata ini dari kelas belajar Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Maka kemudian saya mulai merenung mencari solusi. Ohiyaa.. Pembagian waktu saya masih amburadul. So, harus diperbaiki. Diakali agar bagaiamana caranya saya bahagia dengan waktu yang tertata rapi, semua aktivitas berjalan dengan baik. Alhamdulillah.. malam ini bisa menemukan solusinya. Beberapa catatan khusus bagi diri saya sendiri antara lain: *tidak menunda-nunda pekerjaan *kerjakan satu persatu *kurangi main gadget (hehe) *perbaiki waktu sholat *b...

Creative Telling

Siang tadi, salah seorang muridku menangis. Entah kenapa. Ketika teman-temannya kompak melapor, kondisi telah tertunduk meringis. Saya coba dekati kemudian bertanya padanya. "Cheryl kenapa? Mau cerita sama Ibu?" Lalu ia hanya menggeleng. Sementara teman-temannya yang lain sahut menyahut bertanya juga, "kenapaaa?" Tapi Cheryl, muridku yang tengah menangis itu lagi-lagi hanya menggeleng. Baiklah. Diamkan dulu. Pikirku. Tiba-tiba.. Seorang anak menunjukkan boneka tangan di hadapanku. "Ibu, ini punya Izam. Mamanya yang buat." "Oiyaa.. ibu boleh pinjam?" Saat itu, otakku mulai berpikir: AHA!!! Akhirnya saya mulai berkreasi. Mengatur suara. Membuat cerita! Gelak tawa anak-anak mulai terdengar. Termasuk senyum merekah Cheryl yang juga mulai terlihat. Alhamdulillaah :) #Tantangan10Hari #Level9 #BundaSayangIIP #ThinkCreative

Creative Teaching

Gambar
Dulu ketika jadi murid, sempat berpikir, "enak ya jadi guru. Kerjanya nyantai. Masuk kelas. Menyampaikan materi. Ngasih ulangan. Ngasih nilai. Isi raport. Selesai." Tapi setelah sekarang terjun langsung, anggapan itu salaah besaar!!! Jadi guru, juga kudu bin wajib untuk kreatif. Setiap hari meski berpikir, "besok ngasih 'kejutan' apa lagi ya dikelas?" Sebab jika guru tak kreatif, bersiaplah untuk menerima kehambaran wajah anak-anak. Ketidakaktifkan anak-anak dalam belajar yang berujung pada hasil yang pasti berbanding lurus dengan proses pembelajaran. Muncullah generasi tidak kreatif akibat guru yang kurang kreatif ini.  Memikirkan bagaimana membuat kelas menarik bagi anak-anak juga merupakan PR bagi saya. Alhamdulillah, kali ini saya menemukan lagi ide untuk membuat anak aktif di kelas. Sederhana memang. Hanya membuat games pembelajaran di kelas yang memingkinkan semua anak-anak aktif mengikuti pembelajaran. Seperti game komunikata. Hasilnya alhamdulilla...

Rumah Kaos Kaki

Gambar
Jadi, sebelumnya saya ada tantangan dalam hal menyimpan kaos kaki yang baru sebentar dipakai, dan mau dipakai lagi. Kadang nyimpan sembarangan, dan seringnya jadi lupa nyimpannya dimana. Haha. Jangan ditiru! Sampai akhirnya AHA! Saya buatlah tempat penyimpanan si kaos kaki sementara waktu. Ide sangat sederhana dan dari barang seadanya. (Inisih masih kurang kreatif 😂) Taraaa.. Entah, ini apa namanya. Saya dapatkan ini dari sebuah seminar. Seperti goodie bag. Karena tidak terpakai, yasudah saya putuskan untuk dijadikan rumah kaos kaki sementara. Tinggal saya paku ditembok. Jadilah seperti ini. Hehehe #Tantangan10Hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative

Kardus Penyangga #day2

Gambar
AHA! Pernah ga ketika mau nge-charge batre hp, colokannya tingga dan kabelnya ngga cukup panjang untuk bisa kita simpan hpnya di tempat yg aman? Nah, saya menemukan tantangan ini di rumah. Beruntungnya, saya melihat keardus bekas ini di rumah. Maka jadilah seperti pada gambar. Hpnya aman ketika di-charge karna ada kardus penyangga ini di bawah colokan. Hehehe. Alhamdulillah 💪 #Tantangan10Hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative

Think Creative

Gambar
Hari ini, jadwal padat merayap. Hehe #sok! Jadi belum sempat terpikir untuk bebikinan sesuatu yang bentuknya barang. Tapi hari ini, saya membuat sesuatu yang berbeda dalam agenda mentoring anak SMA yang biasa saya isi setiap pekannya. Jika biasanya metode yang digunakan adalah metode ceramah, kali ini, saya membiarkan mereka bebas mengemukakan pendapatnya. Bebas berpikir asal rambu-rambu dari Allah dan rasulNya tetap dijaga. Hasilnya? MasyaAllah. Saya lebih bahagia. Sementara peserta terlihat lebih aktif kenyampaikan gagasannya. Sayapun jadi tahu, apakah materi yang saya sampaikan benar-benar sampai pada mereka apa tidak? Jadi nyatanya, menjadi guru itu wajib untuk kreatif. Dengan demikian, insyaAllah akan melahirkan para pemimpin-pemimpin di bumi yang lebih kreatif, yang bisa menyelesaikan tantangan-tantangan dalam kehidupan. #Tantangan10Hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative

Day 10 #konsisten

Gambar
Alhamdulillah. Hari ini masih bisa konsisten melakukan pencatatan keuangan pribadi. Dan masih berusaha konsisten juga untuk membelanjakan uang sesuai kebutuhan. 😂 #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Day 9 #happybudgeting

Gambar
Alhamdulillah. Ternyata mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran kas pribadi itu menyenangkan ya. Dan terasa juga manfaatnya. Setidaknya saya jadi lebih bertanggungjawab terhadap rezeki yang Allah amanahkan kepada saya. Yaitu dengan cara menggunakannya untuk hal-hal yang memang saya butuhkan, hal-hal yang bermanfaat, bukan untuk hal-hal yang sifatnya hanya keinginan tapi sebenarnya tidak saya butuhkan atau tidak terlalu bermanfaat baik bagi saya juga orang-orang di sekitar saya. Mencatat keuanganpun bisa menjadikan saya lebih siap terhadap segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa depan. #eaaa 😁 #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Day 8 #AllahMahaBaik

Gambar
Baru saja kemarin saya tuliskan tentang sedekah dan keyakinan bahwa Allah tak pernah ingkar janji bahwa Dia kan ganti apa yang kita sedekahkan dijalanNya dengan balasab terbaik. Alhamdulillah, hari ini ada pesanan kue lagi. Meski untungnya tak banyak, tapi sangat sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Dan awal pekan ini saya menemukan cara baru dalam melakukan prncatatan keuangan yang lebih sederhana, yang bisa saya kerjakan dengan mudah. #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Day 7 #Sedekah

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18) Hari ini tak ada pemasukan, juga tak ada kebutuhan yang mendesak. Dan tak ada keinginan yang bikin ngiler heheu.. Hari ini cuma dikasih kesempatan untuk bersedekah sama Allah. Walau isi dompet bisa dibilang pas-pasan, tapi saya yakin, Allah tidak akan ingkar janji. Kalaulah tidak diganti dengan nominal uang, sedekah kita akan dibalas dengan segala kebaikanNya tanpa batas. Kemudahan dalam urusan, kesehatan, ketenangan, dan sebagainya. Alhamdulillah.. #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Day 6 (Katakan Tidak pada Keinginan)

Hari ini saya mendatangi sebuah kajian wanita. Di akhir acara, ada yg menawari 'pernik-pernik' keperluan perempuan seperti masker kain, kaos kaki, dsb. Di hati, memang ada niatan utk beli. Tapi saya ingat kembali, baru sebulan lalu beli barang-barang serupa. Di rumah masih ada. Maka saya tahan diri untuk tidak membelinya saat ini.  #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Day 5 - Failed - Try Again

Gambar
Inilah hasil dari ketidakkonsistenan. Jadi kemarin, saya tidak langsung mencatat pemasukan dan pengeluaran. Uang masuk, pakai, dan lupa 😑 Sampai akhirnya hari ini ketika tersadar kembali untuk mencatat, sudah lupa "uangnya untuk apa aja yah??" Hikss.. Meskipun memang masih lumayan aman tapi tetap hal ini kurang bagus jika dibiarkan. Haaa.. semoga esok lebih baik lagi. Lebih konsisten lagi. #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Day 4 Level 8

"Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 62) * Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com Alhamdulillahirobbil'alamiin.. Hari ini ada pesanan kue dari sekolah. Ngga banyak sih. Tapi lumayan lah heheu.. Saat pak kepsek bilang "bu ririn besok pesen kue ya utk snack guru.." kemudian langsung kasih uangnya, saat itu juga saya mikir, "Allah emang baik banget! Allah emang ga pernah ingkar janji." Bersyukur yg berlipat. Alhamdilillah dompet yg awalnya mengering, kembali lagi terisi meski gak tebel-tebel banget. Tapi harus ingat! Rezeki yang Allah kasih harus digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Karena semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya. #KuliahBunsayIIP #Level8 #Tantangan10Hari #RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Day 3 Level 8

Gambar
"Rezeki itu Pasti, kemuliaanlah yang harus dicari." Bu Septi PW Dalam kondisi "penuh tantangan" berkaitan dengan kondisi keuangan saya saat ini (hehe), kata-kata bu Septi di atas mampu membuat rasa optimis hadir dalam jiwa. Juga tausiyah Aa Gym yg baru saja saya dengar perihal rezeki. Jadi masalah rezeki bukan masalah nominal uang. Hanya memang, ketika Allah berikan kita rezeki, kita juga diberi tanggungjawab untuk mengelolanya sebaik mungkin. Tetap dengan rasa syukur, pagi tadi dengan kondisi dompet yang kosong, saya bantu Ibu saya berjualan nasi uduk dan kue-kue. Alhamdulillah, saya mendapat upah sebanyak Rp. 20.000 (rezeki anak sholehah hehehe). Hari ini saya hanya punya 1 kebutuhan yaitu membeli bensin untuk pulang pergi ke dan dari sekolah. Jadi masih ada sisa Rp. 10.000 untuk saya simpan. Alhamdulillaah 😂 #KuliahBunsayIIP #Level8 #Tantangan10Hari #RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Day 2

Gambar
Hasil merenung hari ini mengenai kecerdasan finansial diri saya yang sepertinya harus dilatihkan alhamdulillah menghasilkan a note for my self dan juga form pencatatan kas pribadi yang semoga bisa segera saya isi dengan konsisten. #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Re-budegeting

Di hari pertama tantangan 10 hari level 8 ini saya masih banyak merenung. Rasanya ko pas banget ya antara materi dengan kondisi keuanganku saat ini 😂 Ah. Pasti bukan kebetulan. Jadi bulan ini saya diserbu undangan pernikahan teman. MasyaAllah sehari bisa nyampe 3 kali macem minum obat demam. Hikss. Jadilah dompet langsung menipis. Namanya pengeluaran tak terduga, siapa yang tahu. Tapi.. setelah baca materi bunsay level 8 ditambah baca-baca materi sejenis hasil googling mengenai cara mengatur keuangan, saya sadar kalau saya belum bisa mengatur keuangan dengan baik. Tidak ada catatan yang jelas. Dari hasil renungan dan bacaan saya hati ini, harusnya semua pemasukan dan pengeluaran dicatat dengan rapi. Dari catatan tersebut, harus mulai dipikirkan juga jika pengeluaran lebih besar dari pemasukan artinya ada dua kemungkinan yaitu: 1) saya harus mengurangi pengeluaran yang bukan untuk kebutuhan saya melainkan hanya keinginan atau menambah pemasukan dari usaha-usaha sampingan. Jika peng...

Berbaik hati pada diri sendiri (Aliran Rasa Game Level 7)

Game kali ini memang mengajarkan saya untuk senantiasa berbaik hati pada diri sendiri. Dulu sekali, seringkali saya merasa saya tak punya kelebihan yang bisa ditonjolkan. Apalagi bila dibanding dengan teman-teman yang prestasi akademiknya bagus, bisa dapet beasiswa, dapet juara ini itu, de el el. Sedang saya? Bisa dibilang prestasi (akademik) saya biasa aja. Tapi.. setelah ditantang di game level 7 kali ini untuk mengobservasi 'kekuatan' saya, yang kemudian membuat saya harus selalu 'berbaik sangka' pada diri saya sendiri, finally I find myself.. Alhamdulillah.. dari ke-4 ranah yang diterangkan dalam materi level 7 yakni intrapersonal, interpersonal, change faktor, dan spiritual, kesemuanya sedang saya lalui untuk terus dikembangkan. Betapa bahagianya ketika 4 ranah ini bisa terus dikembangkan dengan baik. I feel alive 😍 #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunsayIIP #BintangKeluarga

Menulis

Gambar
Ba'da subuh ini kubuka laptopku yang jarang digunakan kecuali untuk membuat RPP 😂 Kutelusuri sebuah folder berjudul R-writes -- Ririn Writes maksudnya. Kubaca beberapa tulisan yang sempat kutulis -- ada yang bertahun-tahun lalu, berbulan-bulan lalu, tapi tidak ada yang kutulis akhir-akhir ini -___- Padahal menulis adalah hal selalu menyenangkan. Lewat menulis setidaknya aku bisa mencurahkan apa yang kurasa. Tapi barangkali aku mulai melupakannya. Dan aku juga lalai, bahwa menulis berarti harus mau membaca. Penulis yang baik adalah prmbaca yang baik (rajin). Begitu kata mbak Asma Nadia. Setelah ini, ingin sekali rasanya melahap buku rutin setiap hari seperti dulu, meski hanya beberapa lembar saja seharinya. Dengan begitu, semoga aku bisa produktif menulis lagi.. #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunsayIIP #BintangKeluarga

Ikut Seminar Mentoring

Baru kemarin bicara soal bahagianya mengisi mentoring, alhamdulillah hari ini Allah berikan kesempatan untuk belajar bagaimana caranya jadi mentor yang kece. Heheu. Saya selalu semangat untuk mengikuti kajian-kajian asal bermanfaat, termasuk seminar pagi hingga siang tadi. Ini adalah hal yang sangat saya syukuri, yaitu Allah berikan rasa semangat dalam menimba ilmu. Dalam acara tadi, alhamdulillah saya coba menerapkan adab-adab menuntut ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya, seperti duduk diam mendengarkan, tidak mengobrol, dan lain sebagainya. Semoga dengan menjaga adab-adabnya, ilmu yang saya peroleh menjadi berkah. 😊 #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunsayIIP #BintangKeluarga

Kakak Mentor

Hari jumat ini, di sekolah tempat saya mengajar seperti biasanya diadakan kegiatan mentoring bagi kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan mentoring adalah kegiatan belajar Agama Islam tapi dengan cara yang santai dan nggak bikin tegang. Dan saya adalah salah satu kakak mentornya. Sebenarnya, aktivitas ini telah biasa saya lakukan. Bedanya, jika biasanya saya menjadi mentor untuk anak-anak tingkat SMA dan Perguruan Tinggi, kali ini yang saya hadapi adalah para siswi Sekolah Dasar. Tentu, ini membutuhkan keterampilan khusus yang harus saya asah. Aktivitas ini memang termasuk aktivitas favorit buat saya. Saya senang berbagi pengalaman, mendengar curah kisah para mentee, dan tentunya membersamai mereka (anak-anak) dalam belajar. Alhamdulillah, hari ini berjalan cukup baik. Meski ke depannya saya harus berpikir lebih kreatif agar bisa membuat kegiatan mentoring menjadi kegiatan yang menyenangkan buat anak-anak. #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunsayIIP #BintangKeluarga

"Calm" Teacher

Hari ini seperti biasa saya menjalankan amanah sebagai seorang guru. Guru ngaji kalau pagi-pagi. Awalnya, aktivitas berjalan seperti biasa. Terbilang lancar, anak-anak riang. Hingga tiba-tiba, keusilan salah satu anak pada anak lainnya membuat kelas harus sedikit gaduh beberapa saat. Si A (dengan pikiran mencandai), memelorotkan sedikit celana si B. Gawatnya, si B ini memang tipe anak yang agak lumayan tempramen. Hingga terjadilah perkelahian di dalam kelas. Saya coba melerai, meski ternyata, tenaga si B lebih kuat dari saya. Satu pukulan si B sempat mendarat pada tubuh saya yang berusaha menutupi tubuh si A. Setelah mulai reda, saya coba untuk menarik napas, menenangkan diri. Juga sambil mengajak kedua anak tadi duduk dan beristighfar. Saya tahu, kata-kata saya saat itu barangkali sulit untuk masuk ke dalam hati dan pikiran mereka. Untuk itu, saya lebih memilih diam. Meski ribuan kata seolah sudah sampai kerongkongan dan ingin keluar. Setelah beberapa menit berselang, dan semu...

Happy Teaching

Gambar
Aktivitas yang sebenarnya sudah setahun terakhir ini rutin saya lakukan. Awalnya, saya merasakan kegalauan yang luar biasa ketika harus menghadapi siswa sekolah dasar dengan berbagai macam perilakunya. Karena memang, sebelumnya saya tak berniat mengajar di tingkat SD. Tapi, seiring berjalannya waktu, dengan terus belajar tentang ilmu-ilmu pendidikan sekolah dasar, alhamdulillaah, aktivitas mengajar anak-anak SD berubah menjadi hal yang menyenangkan. Hari ini, seperti biasa, kegiatan pembelajaran pertama adalah pembelajaran Al-Quran. Saya berharap pahala dari sisiNya. Semoga mengajari anak-anak mengajari cara membaca Al-Quran yang baik dan benar bisa menjadi wasilah bagi saya menggapai surgaNya. Aamiin. #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunsayIIP #BintangKeluarga

Konselor

Beberapa hari ini berita-berita terkait masalah-malasah anak-anak berseliweran di telinga. Mulai dari kemandirian yang sangat memprihatinkan sampai dengan masalah pelecehan seksual. Astaghfirullaah.. Saya yakin, mereka (anak-anak) yang 'bermasalah' hanyalah korban dari salah asuh yang mungkin dilakukan oleh orang-orang dewasa di sekitar mereka. Orangtua utamanya. Hari ini, saya ingin menyediakan telinga dan hati saya untuk mendengar dan memahami apa yang sebenarnya anak-anak itu rasakan. Maka disela-sela kegiatan belajar mengajar, saya gunakan untuk membuka konseling di kelas. Ada curahan-curahan hati yang membuat saya lumayan sedih. Misal, salah satu siswa saya awalnya bertanya seperti ini: " bu, kalau saya ngerokok, bapak saya ngerokok, boleh nggak bapak saya marahin saya?" Maksudnya si anak ternyata adalah ingin mengingatkan ayahnya bahwa merokok itu tidak baik. Pun kemudian saya mengambil pelajaran, bahwa seringkali orangtua mengajarkan untuk tidak melakuk...

Admin in action

Hari ini, diantara kesibukan sebagai pendidik di sekolah, hasrat berbenar data member IIP Banten yang baru saya dapat dari admin pusat itu mulai menggebu. Karena data yang saya terima belum seluruhnya rapi, maka tadi saya coba rapikan untuk selanjutnya saya laporkan di grup member. Meski njelimet dengan begitu banyaknya data yang harus saya filter, tapi rasa senang membuat aktivitas tersebut terasa lebih mudah. Satu persatu saya periksa agar tidak ada yang terlewat. Alhamdulillah. Meski sempat beberapa kendala hadir dalam pengerjaannya, tapi akhirnya saya mampu menyelesaikannya sejauh ini. Kekuatan yang saya temukan dalam diri saya dalam aktivitas ini adalah ketelitian juga sikap pantang menyerah 💪 Selanjutnya saya akan terus belajar tentang banyak hal. Salah satunya adalah belajar (lagi) segala hal yang berkaitan dengan IT. Agar saya bisa menjadi admin grup IIP Banten yang handal hehehe.. Bismillaah.. #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunsayIIP #BintangKeluarga

Financial Helper

Alhamdulillaah.. Segala puji hanya patut tersembah pada zat Yang Maha Kuasa mengatur segala. Termasuk soal rezeki. 5 bulan terakhir bapak sakit. Sampai saat ini pun masih belum bisa bekerja seperti sedia kala. Artinya, sumber pendapatan tak keluarga tak lagi mengandalkan beliau. Tapi.. Allah selalu punya cara dalam mengatur rezeki hamba-hambaNya. Alhamdulillah, saya sudah lulus kuliah. Jadi paling tidak, keluarga tak direpotkan lagi soal biaya kuliah saya. Sebaliknya, meski tak banyak, saya sudah bisa membantu meringankan ekonomi keluarga lewat gaji saya yg seorang guru honorer di sekolah. Tapi, itu hanya sebagian kecil. Saya yakin Allah meluaskan rezekiNya pada kami lewat banyak cara. Termasuk lewat pesanan kue yang datang dari adik-adik tingkat saya sewaktu kuliah. Alhamdulillah. Kemarin pesanan datang kembali. Meski hanya 400 buah arem-arem saja. Kami sekeluarga membuatnya bersama-sama. Malam tadi sambil bercengkrama, saya, ibu, adik, dan bapak bekerjasama saling berbagi tug...

Poster maker #day2

Gambar
Bahagia adalah ketika keberadaan kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Terlebih dalam komunitas/organisasi. Dan akan lebih bahagia lagi ketika kita memberikan hal yang memang kita suka untuk melakukannya.  Alhamdulillaah. Ini adalah karya pertama yang saya tujukan untuk IIP Banten beberapa hari lalu. Meskipun memang karyanya sangat sederhana. Setelah saya memandangi hasil karya ini, saya jadi sadar akan satu hal. Seni. Estetika. Jiwa saya akan hal tersebut sepertinya lumayan tinggi. Yang ketika terus digali, saya berharap bisa menghasilkan karya seni yang tak hanya indah bagi saya, tapi juga bagi penikmatnya. Dan setelah saya ingat-ingat lagi, sejak Sekolah Dasar pun saya senang sekali akan karya seni yang sayangnya ketika itu saya tak punya celah untuk mengembangkannya. Alhamdulillah ala kulli hal. Meski tidak di masa lampau, saat ini, lewat perkuliahan bunda sayang Institut Ibu Profesional saya bisa mengembangkannya (lagi). Next time, untuk jangka pendek ini saya i...

Poster Maker

Gambar
Baru-baru ini saya seperti menemukan bakat baru. Bakat yang membuat mata berbinar-binar. Yaitu membuat design poster. Awalnya hanya iseng-iseng mendownload aplikasi poster maker di playstore. Setelah coba-coba, jadi juga satu hasil karya yang menurut saya sih lumayan hehehe 😊 Kebetulan sekali, teman saya baru saja menyelesaikan studi S1nya. Sebagai bentuk apresiasi, saya membuatkan poster ini untuknya. Rasanya senang sekali bisa memberikan ini dari hasil karya pribadi. Alhamdulillaah ☺ #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunsayIIP #BintangKeluarga

Andai Aku Menjadi *Admin Grup WA IIP Banten*

Berikut ini adalah program-program yg akan coba saya maksimalkan: 1. Perapihan administrasi member meliputi identitas diri, jenjang, serta potensi yang dimiliki agar semua member dapat mengembangkan potensinya serta berbagi lewat potensinya tersebut. Karena di Institut Ibu Profesional *semua guru, semua murid.* 2. Mengatur jadwal kordinator bulanan. Agar semua member merasakan bagaimana suka dukanya membuat grup agar tetap hidup tentu dengan hal-hal bermanfaat. 3. Mengatur jadwal Master Mind. Karena di IIP, semua member berhak untuk terus berkembang kemudian menginspirasi yang lainnya dengan perubahan-perubahan yang dilakukan, salah satunya lewat tulisan master mind ini. 4. Bekerja sama dengan manajer online dalam mengagendakan kegiatan-kegiatan online, seperti kulwap, agar grup tetap hidup dengan program yang bermanfaat utk member. 5. Menjadi "security" ketika ada obrolan yang melanggar aturan IIP. Hal ini agar visi dan misi IIP tetap terjaga. Program-program diatas...

Aliran Rasa ~ Matematika

Alhamdulillah.. Segala puji bagi Allah yang telah menakdirkan saya untuk belajar cara menstimulus anak agar suka matematika yang umumnya dianggap horor. Ternyata, matematika itu mudah. Ternyata matematika itu menyenangkan untuk dipelajari ketika langkah-langkah menstimulusnya dijalankan dengan benar. Karena sebenarnya, matematika ada di sekitar kita. Terimakasih Institut Ibu Profesional ☺

ADMIN GRUP ~

#NHW10 #Matrikulasibatch4 Sebenarnya, saya belum tahu pasti mengapa Allah kirimkan saya amanah ini. Amanah menjadi admin WA Grup IIP Banten. Tapi saya yakin, ada kebaikan yang terselip lewat takdir ini. Mengapa saya? Barangkali karena saya memang lumayan aktif di sosmed terutama Whatsapp, dan Allah tidak ingin saya hanya menghabiskan waktu dalam hal itu tanpa memberi manfaat pada orang lain. Dan salah satu jalannya adalah lewat menjadi admin WA grup. Toh, waktu saya juga masih terbilang longgar. Meski memang, setiap hari hari senin hingga jumat saya harus mengajar, tapi saya tahu bahwa kesibukkan saya itu tidaklah lebih padat daripada kesibukannya para ibu rumah tangga dengan seabrek tugas dan amanahnya. Maka barangkali lagi, lewat amanah menjadi admin grup ini, Allah menginginkan saya bisa memanfaatkan waktu menanti datangnya jodoh ini dengan sebaik mungkin. Perihal tantangan. Setiap hal dalam hidup, setiap amanah yang datang pastilah terdapat tantangan. Pun dengan saya dalam me...

Harga Bensin

Siang ini saya mengisi bensin di pom. Ada 3 pilihan antara premium, pertalite, dan pertamax. Saya lupa berapa harga masing-masing jenis bensin di atas perliternya. Saya sendiri terbiasa mengisi bahan bakar motor saya dengan jenis pertalite. Setelah mengantri, akhirnya tiba juga giliran saya mengisi. "Berapa neng?" Tanya si abang pengisi bensin. "15." Jawab saya singkat. "Dari nol ya." Si abang memperlihatkan penunjuk ukuran pengisian. Tek. Diangka 2 liter, alat ukur itupun berhenti. Dalam hati saya menghitung-hitung. "15.000 dibagi 2. Jadi harga 1 liter bensin jenis pertalite adalah Rp 7500." Hehe. Padahal saya sering isi bensin. Tapi tidak terlalu memperhatikan harganya 😂 #MathAroundUs #ILoveMath #KuliahBunsayIIP

Rambutku vs Rambut Adek

Dari kemarin saya ingin memotong rambut. Namun karena setiap hari pulang menjelang maghrib, akhirnya keinginan itu baru bisa terealisasikan di weekend kali ini. Berhijab dengan aktivitas yang lumayan padat lumayan agak rempong dengan kondisi rambut (agak) panjang sekaligus tebal. Potong rambutnya nggak pakai ke salon. Dari dulu, saya selalu memakai jasa ibu untuk melakukan hal satu ini hehe. Beberapa menit berselang, rambut sayapun selesai dipangkas. Adeem rasanya. Si adek yang dari tadi memerhatikan, sepertinya terpancing untuk melakukan hal yang sama. Walau dia termasuk yang paling anti soal potong memotong rambut. Namun, setelah saya kompori, akhirnya dia mnyerahkan diri juga untuk dipotong rambutnya dengan syarat memotongnya cukup sedikit saja. Setelah selesai prosesi potong rambut saya dan si adek, saya menimbang-nimbang berat potongan rambut milik saya dan si adek yang sengaja dipisah. Dengan hitungan tak baku, saya bisa menyimpulkan kalau berat rambut saya sekitar 3x b...

Penggalangan Dana

Hari ini, di sekolah tempat saya mengajar diadakam doa bersama dan penggalangan dana untuk Palestina. Tujuan sederhananya adalah agar rasa empati dan syukur siswa terasahkan. Berempati saat saudara yang lain merasakan kepedihan. Bersyukur sebab ternyata, ada yg bahkan untuk belajar, beribadah, dan melakukan aktivitas lainnya harus diliputi rasa takut akan serangan bom yg sewaktu-waktu bisa saja menimpa. Sedang kita disini, alhamdulillaah tidak merasakan hal demikian. Setelah menyaksikan antusiasme para siswa dalam memberikan infak terbaiknya, nampaklah pecahan-pecahan uang yg beragam di dalam kardus. Dari mulai pecahan Rp. 500 sampai Rp. 100.000. Lantas saya dan beberapa guru mulai menghitungnya. Saat menghitungnya saya jadi ingat materi bilangan aljabar yg penuh dengan hitungan variable x dan y. Dalam hal ini, saya ibaratkan pecahan-pecahan uang itu adalah variable-variable yg ketika dihitung dgn cara aljabar ini bisa lebih memudahkan. Jadi caranya, uang-uang dengan nilai pecaha...

Berhitung dengan Fahmi

Hari ini Fahmi, salah satu murid saya di sekolah, tidak mau masuk di jam pelajaran Matematika. Akhirnya seperti biasa, dia menuju kantor guru. Saya yang sedang menghitung kalender pendidikan dan jadwal seragam yang akan dibagikan kepada para siswa sengaja meminta tolong Fahmi untuk menghitungkannya juga. Bukan agar memudahkan. Sejujurnya, melakukannya sendiri tanpa 'direpoti' Fahmi yang masih kelas 2 SD itu, pasti hasilnya lebih cepat selesai. Tapi saya ingin mengajak Fahmi tetap belajar Matematika meskipun di luar kelas. Fahmi memang terkenal suka menolong. Pun ketika saya tawari untuk membantu saya, ia sangat antusias. Saya awali dengan memintanya menghitung lembaran kertasnya hingga sejumlah siswa perkelas. "Fahmi, tolong hitung sampai 16 yah." "Iya bu." Mulailah ia berhitung dengan cara bersuara. Ternyata kertas yang saya sodorkan kurang dari hitungan 16. "Bu, baru ada 13. Kurang kertasnya." "Ohya. Kurang berapa lagi ya?" Ta...

Derajat

Sore ini di sekolah ada sosialisasi ekskul memanah. Setelah anak-anak pulang, saya dan beberapa guru lain mencoba alat panahan itu dengan dipandu oleh sang pelatih. Busur telah terpasang dengan jarak sekitar 5 meter dari posisi si pemanah. Saya perhatikan si busur yang berbentuk segi empat namun ditengahnya berbentuk lingkaran 360° itu. Giliran saya mencoba untuk memanah. Ternyata posisi badan kita saat memanah harus lurus 180°. Hehe. Tidak boleh lebih atau kurang. Sementara pandangan harus fokus ke arah busur yg akan dituju anak panah. #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Jam

Entah kelas berapa pertama kali bisa membaca jam dan menghitung-hitungnya. Yang jelas diatas kelas 2. Dulu saat duduk di bangku sekolah dasar kelas 2, guru saya sering meminta saya dan beberapa teman untuk melihat jam dinding di kantor. "Lihat ya jarum pendeknya di angka berapa, jarum panjangnya di angka berapa." Pinta Bu Masriyah suatu hari. "Iya bu." Jawab kami serempak seraya pergi menuju kantor guru. Setelah melihat jam dinding yang memang satu-satunya ada di kantor guru, kami kembali ke kelas sambil mengingat-ingat posisi jarum jam yang baru kami lihat. --- Suram. Saat itu jangankan menghitung-hitung jam, untuk tahu pukul berapa saja saya tidak bisa membaca jam. Tapi setelah tahu, rasanya ada jutaan senyum yang membuat saya bergumam, "semua ada prosesnya. Ada tahapannya. Anak kecil tak perlu dipaksa bisa semuanya." Seperti sore ini ketika saya menghitung-hitung berapa lama saya berada di sekolah hari ini. Sampai sekolah pukul 07.00 dan menin...

Harga Bakso

Harga Bakso ~ Sore ini, saya dan beberapa guru masih stay di sekolah. Ada yg masih berkutat dengan pembuatan RPP, bebenah kelas, dan lain sebagainya. Pada satu celetukan, sepakatlah kami kalau kepala terasa nyut-nyutan dan butuh asupan makanan yang menyegarkan 🤣 Hingga akhirnya kami sampai pada satu kesepakatan untuk: membeli bakso. "Berapa harga baksonya bu?" Tanya saya pada guru lain yang biasa beli. "Waktu itu 15ribu." Jawab bu Lia. "Tapi kemarin kita beli 13ribu." Jawab yang lain. "Yaudah. 15ribu aja dulu yah. Sisanya untuk Pak Agung (yang mau membelikan)." Simpul saya. Satu persatu merogoh uang dikantongnya. Ada 5 orang yang membayar untuk masing-masing 1 porsi kecuali Bu Eva yang membeli 2 porsi, 1 untuk anaknya yang memang sekolah di tempat kami mengajar. Jadi uang terkumpul adalah 6x Rp. 15000 = Rp. 90000 Diberikanlah uang sejumlah tersebut kepada Pak Agung. "Pak ini tolong beli 6 porsi. Mudah-mudahan masih ada sisa buat on...

Prosentase Kehadiran ~

Hari ini adalah agenda rapat wali murid dengan tujuan sosialisasi program sekolah selama 1 tahun ke depan. Saya ditugaskan sebagai ketua pelaksana. Jadi sejak beberapa hari terakhir lumayan disibukkan untuk persiapan. Semua harus terkondisikan dengan baik. Maka komunikasi dan kordinasi harus berjalan dengan baik. Alhamdulillah, kegiatan rapat baru saja berakhir. Iseng-iseng saya hitung prosentase kehadiran wali murid. Dari 196 murid, hanya 90 wali murid yang hadir. Artinya, setelah saya hitung-hitung, prosentase kehadiran wali murid hanya mencapai 45,9 %. Hasil prosentase  ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya -_-

Pulsa ~

Semalam tadi melihat isi dompet yang ternyata sudah semakin menipis, padahal tanggal 1 masih sepekanan lagi :D Lantas saya ingat-ingat, kemana alokasi uang bulanan saya lebih banyak digunakan. Ternyata jawabannya untuk beli pulsa. Dan beli pulsanya tidak sekaligus jadi uang yang dikeluarkan lebih banyak. Hiksss.. Pelajaran yang kemudian saya dapat adalah: 1. Batasi pulsa bulanan dan kita harus konsisten dengan pembatasan ini. Jadi kalau pulsa habis sebelum waktunya, itusih DK (derita kita) :D 2. Beli pulsa sekaligus. Misal jika alokasi keuangan untuk pulsa selama sebulan adalah 50ribu, langsung beli 50rb, tentu dengan pemakaian yang juga harus diperhitungkan. Dengan membeli sekaligus ini, kita bisa menghemat beberapa ribu rupiah. Misalnya, jika kita membeli pulsa 50rb sekaligus harganya hanya 52rb. Sementara jika membelinya per 10rb dengan harga 12rb maka kseluruhan harga pulsa 50rb itu adalah 12rb x 5 yaitu 60rb. Lumayaan kaan 😂 Perhitungan banget yaa.. Tapi memang harus demiki...

8 kali 1 gelas = 8 Gelas

Saya termasuk orang yang bermasalah soal minum air putih yang cukup. Dulu bahkan, selesai makanpun saya enggan untuk minum. Teman saya sampai aneh lihat saya yang jarang minum, atau kalaulah minum hanya seteguk lalu cukup. Hingga akhirnya saat saya sakit dan dokter menyuruh saya untuk cek darah, diketahui bahwa kadar kekentalan darah saya tinggi. Saya juga jadi sering pegal-pegal. Malam kemarin, saya diingatkan lagi soal pentingnya banyak konsumsi air putih lewat kuliah whatsapp yg diadakan oleh sebuah grup. Maka kemudian saya berpikir, bagaimana caranya agar saya mengkonsumsi air putih sesuai kebutuhan, tanpa membuat saya mual atau merasa kembung. Ohiya, segelas demi segelas. Sampai delapan kali. Katanya, minimal kita butuh 8 gelas air putih dalam sehari, dalam waktu 24 jam. Jadilah saya putuskan untuk nyicil minum air putih seharian ini :D

Roda ~ Day 1

Sebelumnya, saya buntu tak menemukan sesuatu yang 'AHA' soal matematika. Hingga ketika saya menghampiri anak-anak murid baru saya yang tengah bergerombol di depan pintu kelas yang berbentuk saung dari pohon bambu, saya menemukan sesuatu yang membuat saya bergumam "Ahaaaa." Seorang siswi menghampiri saya sambil menyodorkan uang pecahan dua-ribuan. "Bu, tadi saya nemu uang di sini." Kata Uti, panggilan si anak jujur itu sambil menunjuk dimana tempatnya menemukan uang kertas yang sudah cukup lusuh itu. Tentu hal itu membuat saya takjub bahagia. "Terimakasih ya sayang. Nanti kalau ada temannya yang kehilangan uang suruh menghadap bu Ririn di kantor." Jawab saya penuh dengan senyum kebahagiaan. Pelajaran 1 saya dapat, dari seorang anak SD kelas 1 dengan uang selembaran bernilai 2 ribu rupiah itu. Tiba-tiba, seorang murid laki-laki datang menimpali obrolan saya dengan Uti. Biru namanya. "Bu, sepertinya itu uang saya." Katanya dengan lugu. ...

Aliran Rasa "Cerdas Literasi"

Tentang membangkitkan cinta dunia literasi. Cinta membaca paling tidaknya. Dari tantangan level 5 ini, lagi-lagi saya belajar tentang bagaimana agar menjadi konsisten, termasuk dalam hal membaca. Pohon literasi yang ditugaskan agaknya bisa membantu menjadikan semangat membaca secara konsisten terus terbangkitkan, dalam keadaan apapun. Yang sulit memang bagian permulaan. Memulai untuk meluangkan sekira 10 menit saja dari 24 jam waktu yang kita punya untuk membaca. Dan lewat tantangan level 4 inilah awalnya saya 'dipaksa' untuk melakukannya. Hingga ternyata, setelah memulainya dengan penuh kesulitan mengatur jadwal yang sedang padat-padatnya, ada rasa dimana saya merasa butuh untuk membaca. Ada hampa saat sehari saja melewatkan kesempatan membaca. Kegiatan membaca ini juga tlah menjadikan sebagian waktu yang terasa luang menjadi lebih produktif. Menjadikan diri yang punya saat-saat bersendiri menjadi punya teman baik, yakni si buku yang lewatnya dunia seolah meluas dari yang...

Asma Bint Abu Bakar

Kali ini, saya menyusuri salah satu kisah shahabiyah dalam buku Siroh Shahabiyah. Ialah Asma Bint Abu Bakar yang masyaAllah luar biasa. Hingga membuat rasa malu saya bertambah-tambah sebagai muslimah yang masih jauuuuuh dari kata baik. Tapi semoga, atas kasih sayang Allah, kelak saya bisa dikumpulkan dengan para wanita hebat itu, Asma bint Abu Bakar salah satunya. Alhamdulillah, hari ini bisa merimbunkan pohon literasi saya yang agak lama berdaun 🙈

Day 8

Masih di buku bunda cekatan. Kali ini saya mengulas kembali tema konsep menata rumah yang sebenarnya sudah pernah saya baca beberapa bulan silam. Tapi membacanya lagi, membuat saya kembali ingin mengeluarkan perabot rumah yang buat saya membikin sesak dan membuat rumah cepat berantakan. Saya pernah mempraktikkannya saat pertama kali membaca buku ini. Barang-barang yang saya pikir sudah tidak dibutuhkan lagi saya buang. Tempat-tempat penyimpanan saya labeli agar memudahkan saat mencarinya. Hasilnya, alhamdulillah rumah tampak lebih rapi. Tapi.. Saya mesti adu argument dulu dengan ibu yang selalu merasa barang-barang yang ada dirumah pasti terpakai. Ndak usah dibuang 😂😂 Haaaah.. Begitulah ya orang Indonesia kalau kata mbak Shinta Rini. Beda halnya dengan orang-orang Korea. Mereka tak segan membuang barang yang sudah tidak dibutuhkan lagi, atau jika ada 1 barang masuk, maka 1 barang harus keluar. Sehingga rumah tak sesak dengan perabot yang terpajang terlalu banyak.

Lebih dekat dengan Al-Quran

Alhamdulillaah.. Malam ke-21 ramadhan ini saya melakukan i'tikaf bersama adik saya, Imel, di masjid An-Nur Sari Asih. Ini kali pertamanya Imel mengikuti i'tikaf. Hujan mengguyur kota Serang, menemani perjalanan kami menuju masjid yang jaraknya kurang lebih 5 km dari rumah kami. Alhamdulillah, kami sampai dengan badan sedikit basah kuyup. Setelah selesai shalat tarawih dan menyimak kajian, seisi masjid berkumandang bacaan Al-Quran. Merdu. Menenangkan. Pun saya, hari ini sengaja ingin membaca Al-Quran lebih lama, sebab beberapa hari ramadhan terlewat dengan kelesuan membaca Al-Quran. Padahal, bulan ini Al-Quran diturunkan. Padahal di bulan ini, bacaan Al-Quran bisa berlipat-lipat pahalanya, padahal di bulan ini, para sahabat berkali lipat lebih banyak menghatamkan bacaan Al-Quran. Tak lupa, saya telusuri persatu makna yang tertulis didalamnya. MasyaAllah.. tenaaang rasanya. Dan yg membahagiakan juga, Imel adikku nampak bersemangat membaca Al-Quran. Padahal sudah kupersilak...

Day 6

#GameLevel5 #Tantangan10Hari #Day6 #KuliahBunsayIIP #ForThingstoChangeIMustChangeFirst Karena pagi ini free, maka sebelum beranjak untuk cuci baju, saya sempatkan 10 menit untuk membaca. Masih di buku Bunda Cekatan. Kali ini, gairah saya beberes rumah yang memang sudah lama tak tertata dengan baik lagi, mulau mencuat drastis. Apalagi besok sudah masuk libur (agak) panjaang hehe.. 5R. Resik, Rapi, Ringkas, Rajin, dan Rawat. Teori sederhana yg pada prakteknya membutuhkan konsistensi yg serius. Membaca ini saya jadi mengingat beberapa bulan silam ketika merasakan betapa bahagianya menyulap rumah sederhana tempat saya tinggal menjadi rumah yang amat sangat nyaman. Meskipun, karena ketidakkonsistenan saya merawatnya, keadaan itu kembali seperti sedia kala -_- Membaca buku ini kembali, semangat itu muncul lagi. Semangat menyulap rumah sederhana menjadi rumah yang terasa seperti hotel bintang limaa.. hehehe

Day 5

Gambar
#GameLevel5 #Tantangan10Hari #Day5 #KuliahBunsayIIP #ForThingstoChangeIMustChangeFirst Setelah sehari kemarin melewatkan hari tanpa baca (hikss), alhamdulillah sore ini bisa mojok sambil baca buku Bunda Cekatan yang memasuki bab Management Waktu. Haaah.. Rasanya paaas banget. Lagi butuh-butuhnya dapet motivasi soal mengatur waktu. Apalagi pas baca bagian: "waktu anda, lebih banyak dihabiskan untuk apa???" Hikssss.. Sedikit mengulas bacaan saya hari ini soal manajemen waktu. Lengkapnya bisa baca bukunya langsung ya buibu.. Analogi: Jika ada jeruk dan beras yang harus masuk toples, manakah yang akan kamu masukkan terlebih dulu agar semuanya muat? Jeruk dulu, atau beras dulu?? Have you imagined it? Yaps. Tentu jeruk dulu, baru berasnya bisa masuk juga disela-sela jeruk-jeruknya. Jadi begini. Anggaplah jeruk adalah aktivitas penting kita seperti ibadah, beres-beres rumah, atau menyelesaikan pekerjaan wajib kita yg lain. Sedangkan butiran beras adalah aktivi...

Qod Aflahal Mu'minuun..

Gambar
Seharian ini masih berkutat pada tugas-tugas di sekolah. Agenda pesantren ramadhan, menyiapkan untuk agenda bagi raport esok hari, serta memastikan semua hadiah untuk siswa tlah selesai disiapkan. Juga rentetan 'curhatan' para wali murid yg mengharuskan saya untuk tetap sehat mentalnya 😂 Semua perihal dunia memang meski dinetralkan. Dikembalikan pada Pemilik Segala; Allah swt. Saat rasanya kelelahan (fisik maupun mental) mulai menyergap, saya tahu bacaan terbaik apa yang mesti diambil. Ialah Al-Quran, obat dari segala rasa gundah yg menyerang jiwa manusia. Kali ini, aku ingin hanya membacanya. Tapi juga meresapi tiap kata yg tertuang di dalamnya. Tibalah saya pada surat yg beberapu bulan lalu begitu menohok hati saya saat guru saya membacakan artinya. QS. Al-Mu'minuun, khususnya ayat 1 hingga 11. "1) Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. 2) (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya. 3) dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan...

Aliran Rasa Gaya Belajar

Mencari tahu gaya belajar anak barangkali bukan suatu hal yang lumrah dilakukan oleh para orangtua, atau bahkan para guru sekalipun. Banyak yang menganggap perkara ini bukanlah satu hal yang urgent untuk dilakukan. Termasuk saya pada awalnya. Padahal saya adalah seorang pendidik di sebuah sekolah dasar yang hampir setiap hari menghadapi anak-anak dalam proses belajar mengajar. Tantangan level 4 kali ini setidaknya menghasilkan beberapa poin yang insyaAllah sangat bermanfaat, khususnya bagi saya secara pribadi. 1. Lebih bijaksana Saya memahami keterbatasan saya dalam membersamai 16 anak sekaligus, dalam satu waktu, satu ruang, satu materi penbelajaran. Maka, jika ada anak-anak yang pemahamannya tidak sesuai harapan, itu bukan karena kesalahan mereka sepenuhnya. Tapi kekurangan saya yang kurang mampu mengakomodir gaya belajar anak-anak yang sudah pasti berbeda. Jadi, jikapun ada beberapa anak yang nampak sulit mengerti pelajaran, saya tak lagi melabeli mereka dengan label ...

Day 10 with Ridwan

Hari ini, saya mengajak keponakanku yang masih berusia 4 tahun untuk menonton. Sambil ingin mengobservasi apa kecenderungan gaya belajarnya. Saya menyediakan beberapa film edukasi pendek yaitu film-film syamil dan dodo. Saat film diputar, ia nampaknya tak begitu antusias. Meminta untuk mengganti filmnya. Setelah diganti lagi, pun demikian. Minta ganti lagi dan lagi. Ia sepertinya cepat merasa bosan untuk hal menonton film ini. Esok hari, mungkin saya harus cari aktivitas lain yang lebih menarik untuk anak ini. #TantanganHari10 #Level4 #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Day 9 with Aqila

Hari ini jadwal belajar bareng Aqila, salah satu murid (les) saya. Kami belajar pembagian tadi. Materi pelajaran Matematika yang sejauh ini jadi materi tersulit buat Aqila. Meski saya sendiri mengganggap wajar ketika melihat soal-soal pembagian kelas 2 SD yang bisa dibilang pantasnya sih untuk kelas 5 atau 6 yang struktur otaknya sudah jauh lebih matang, dibanding Aqila yang usianya masih 8 tahunan. Sempet greget juga ya. Ko bisa kelas 2 SD sudah dijejali dengan soal 48:6, 72:2, dan lain sejenisnya. Jadilah Aqila sempat frustasi padahal dia anak yang cerdas menurut saya. Eh, agak curcol ya. Maafkan 😂 Saya coba gunakan teknik menggambar, untuk megajarkan Aqila materi pembagian ini. Alhamdulillah, Aqila mengerti meski masih pada angka sederhana seperti 10:2, 12:4, 15:5, dan lain sebagainya. Misal pada soal 10:2, Aqila akan menggambar 2 lingkaran, dan saya ibaratkan 10 itu adalah jumlah permen, kemudian membagi 10 permen itu pada dua lingkaran secara bergantian, satu demi satu permen...

Aqila's cooking class

Hari ini saya menemani Aqila, salah satu muridku, untuk mengikuti cooking class for kids membuat pizza yang diselenggarakan oleh IIP Banten. Saya tak ingin menyia-nyiakan kegiatan ini begitu saja. Dari rumah saya bergumam, "semoga lewat cooking class, saya bisa mengobservasi gaya belajar Aqila." Karena kami datang terlambat, maka Aqila kebagian tempat duduk di paling belakang. Saya lihat Aqila tetap fokus memperhatikan penjelasan dari para guide meski saya tak yakin apakah Aqila mampu menangkap penjelasan tersebut atau tidak. Lumayan lama Aqila menunggu giliran, maka ia melakukan aktivitas lain yang memang sudah disiapkan oleh panitia. Mewarnai. Alhamduliah Aqila suka sekali mewarnai sehingga ia tidak merasa jenuh saat menunggu tadi. Tibalah Aqila mendapat giliran. Masuk ke dalam ruang pembuatan adonan pizza. Sayang, saya tak bisa melihatnya. Aelanjutnya, Aqila menuju ke tahap berikutnya. Memberi toping pizza seperti keju, sosis, daging, dan paprika. Saya memperhatikann...

Gaya Belajar Nico

Kali ini, saya ingin menceritakan gaya belajar salah seorang murid saya di sekolah. Nico namanya. Ia masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Diagnosa saya terhadap gaya belajar Nico dari tingkah polahnya selama ini kemudian dikatikan dengan ciri-ciri ketiga gaya belajar (Auiditory, visual dan kinestetik), Nico cenderung memiliki gaya belajar visual. Pertama, dia sangat senang musik. Seringkali ia merengek minta dinyalakan musik kesukaannya di kelas. Pun hari ini, Nico membisiki saya saat hendak belajar, "bu guru, istirahat setelin lagu yang dekorasi kelas itu ya." Maksudnya backsound yang ada dalam video dekorasi kelas, entah saya juga tak tahu judulnya hehe. Kedua, Nico juga terbilang suka menggambar. Meski gambarnya masih sangat sederhana. Pun hari ini, di sela-sela mengerjakan tugas, dia masih sempat-sempatnya membuat cerita bergambar. Ketiga, Nico seringkali hendak mengungkapkan sesuatu, tapi ia sulit mengungkapkannya lewat lisan. Tipe visual memang seperti ini. ...

Observasi Gaya Belajar Bayu

Hari ini, saya membacakan cerita kepada anak-anak. Ada satu anak yang saya fokuskan untuk saya observasi gaya belajarnya. Bayu namanya, salah satu siswa saya yang masih kelas 1 sekolah dasar. Pertama-tama, semua siswa diam.. Hingga saya mulai bercerita, daan.. Belum selesai saya bercerita, tapi Bayu seperti biasa mulai berkomentar. Hehehe. Dia juga begitu tertarik saat suara saya berubah-ubah mengikuti karakter-karakter binatang dalam cerita. Ia tertawa, sesekali mengikuti suara saya. Bila dilihat dari hal ini, nampaknya Bayu memiliki kecenderungan gaya belajar auditory. #TantanganHari6 #Level4 #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP