Master Mind RBS
Sebelum project Rumah Bebas Sampah (RBS) ini berjalan di rumah kami, saya sering uring-uringan. Apalagi setelah beres-beres rumah di hari Ahad, lantas hari Seninnya sudah melihat sampah berceceran, huuuuh rasanya kesal setengah hidup. Seisi rumah seakan tak punya tanggung jawab terhadap kebersihan dan kerapihan rumah. Rasa ingin menyalahkan mereka terlalu besar dan sangat beralasan buat saya pada awalnya. Namun, setelah saya pikirkan lagi, saya juga ikut andil dalam ketidakberesan rumah kami. Ialah karena selama ini, kesadaran saya terhadap kebersihan dan kerapian rumah, tidak dapat menyadarkan anggota keluarga lainnya untuk melakukan yang sama. Mengapa? Setidaknya ada 2 hal yang jadi kendala. Yang pertama adalah komunikasi. Selama ini saya menginginkan keluarga untuk punya kesadaran masing-masing untuk menjaga kebersihan rumah. Tapi saya tak menyampaikan keinginan tersebut dengan baik. Seringkali, kekesalan membuat komunikasi tidak produktif mendominasi. Kedua, selama ini saya tak mel...