Aliran Rasa Melatih Kemandirian



Alhamdulillah.. Allah masih memperkenankan saya belajar hingga sampai di titik ini. Sejak awal bergabung dengan komunitas Ibu Professional, saya sudah merasa nyaman dan merasakan banyak manfaat yang bisa saya ambil dari komunitas yang sebagian besar anggotanya adalah para ibu. Saya memang belum tahu, belum bisa juga merasakan sepenuhnya, bagaimana suka dukanya menjadi seorang ibu, terlebih ibu yang professional. Ibu yang tidak hanya bicara soal menjalankan rutinitas mendidik anak dan menyelesaikan pekerjaan rumah pada umumnya, tapi Ibu yang bercita-cita besar. Salah satunya ialah cita-cita ingin menghantarkan anak-anaknya menjadi anak yang mandiri hingga bisa menghadapi dunia dengan penuh kesiapan, bagaimanapun medannya.

Sungguh, bukan suatu hal yang mudah untuk melatih kemandirian, terlebih untuk konsisten menjalankannya. Saya yang hanya melatih diri saya sendiri saja masih merasa kewalahan. Masih sering merasa abai dengan apa yang diazamkan di awal-awal. Ibarat lift yang naik turun, begitu pula terkadang semangat melatih kemandirian dalam diri ini. Tapi beruntungnya, selalu ada celah untuk menemukan semangat itu datang lagi. Ada Ibu-ibu hebat di rumah Ibu Profesional yang kerap memberi energy positif saat semangat dalam jiwa mulai menuju titik nol.

Melatih kemandirian, sebenarnya juga melatih banyak hal. Salah satunya adalah manajemen waktu yang pada akhirnya berimplikasi pada manajemen hidup. Misal, ketika saya melatih kemandirian mencuci pakaian, ketika itu saya juga melatih diri untuk pandai mengatur waktu, dan dari hal itu, ‘hidup’ saya berubah, jadi lebih terarah. Melatih kemandirian juga melatih kepekaan. Betapa saya pada akhirnya merasakan, lelahnya menjadi Ibu, yang berjibaku dengan cucian numpuk, tugas memasak, menyapu, hingga menyetrika pakaian. Melatih kemandirian, pada akhirnya juga menyadarkan saya tentang pentingnya seorang Ibu melatih kemandirian anaknya sejak kecil. Bukan hanya untuk meringankan beban, tapi lebih dari itu; mendidik anak-anak saat ini salah satu tujuannya adalah menjadikan mereka ayah maupun ibu yang bertanggung jawab. Jika tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas pribadinya saja tidak bisa, bagaiamana mereka bisa bertanggung jawab dalam hal-hal lainnya, yang lebih besar, yang berhubungan dengan manusia lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga Bakso

Mendidik Anak dengan Bahagia

ADMIN GRUP ~