Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Harga Bensin

Siang ini saya mengisi bensin di pom. Ada 3 pilihan antara premium, pertalite, dan pertamax. Saya lupa berapa harga masing-masing jenis bensin di atas perliternya. Saya sendiri terbiasa mengisi bahan bakar motor saya dengan jenis pertalite. Setelah mengantri, akhirnya tiba juga giliran saya mengisi. "Berapa neng?" Tanya si abang pengisi bensin. "15." Jawab saya singkat. "Dari nol ya." Si abang memperlihatkan penunjuk ukuran pengisian. Tek. Diangka 2 liter, alat ukur itupun berhenti. Dalam hati saya menghitung-hitung. "15.000 dibagi 2. Jadi harga 1 liter bensin jenis pertalite adalah Rp 7500." Hehe. Padahal saya sering isi bensin. Tapi tidak terlalu memperhatikan harganya 😂 #MathAroundUs #ILoveMath #KuliahBunsayIIP

Rambutku vs Rambut Adek

Dari kemarin saya ingin memotong rambut. Namun karena setiap hari pulang menjelang maghrib, akhirnya keinginan itu baru bisa terealisasikan di weekend kali ini. Berhijab dengan aktivitas yang lumayan padat lumayan agak rempong dengan kondisi rambut (agak) panjang sekaligus tebal. Potong rambutnya nggak pakai ke salon. Dari dulu, saya selalu memakai jasa ibu untuk melakukan hal satu ini hehe. Beberapa menit berselang, rambut sayapun selesai dipangkas. Adeem rasanya. Si adek yang dari tadi memerhatikan, sepertinya terpancing untuk melakukan hal yang sama. Walau dia termasuk yang paling anti soal potong memotong rambut. Namun, setelah saya kompori, akhirnya dia mnyerahkan diri juga untuk dipotong rambutnya dengan syarat memotongnya cukup sedikit saja. Setelah selesai prosesi potong rambut saya dan si adek, saya menimbang-nimbang berat potongan rambut milik saya dan si adek yang sengaja dipisah. Dengan hitungan tak baku, saya bisa menyimpulkan kalau berat rambut saya sekitar 3x b...

Penggalangan Dana

Hari ini, di sekolah tempat saya mengajar diadakam doa bersama dan penggalangan dana untuk Palestina. Tujuan sederhananya adalah agar rasa empati dan syukur siswa terasahkan. Berempati saat saudara yang lain merasakan kepedihan. Bersyukur sebab ternyata, ada yg bahkan untuk belajar, beribadah, dan melakukan aktivitas lainnya harus diliputi rasa takut akan serangan bom yg sewaktu-waktu bisa saja menimpa. Sedang kita disini, alhamdulillaah tidak merasakan hal demikian. Setelah menyaksikan antusiasme para siswa dalam memberikan infak terbaiknya, nampaklah pecahan-pecahan uang yg beragam di dalam kardus. Dari mulai pecahan Rp. 500 sampai Rp. 100.000. Lantas saya dan beberapa guru mulai menghitungnya. Saat menghitungnya saya jadi ingat materi bilangan aljabar yg penuh dengan hitungan variable x dan y. Dalam hal ini, saya ibaratkan pecahan-pecahan uang itu adalah variable-variable yg ketika dihitung dgn cara aljabar ini bisa lebih memudahkan. Jadi caranya, uang-uang dengan nilai pecaha...

Berhitung dengan Fahmi

Hari ini Fahmi, salah satu murid saya di sekolah, tidak mau masuk di jam pelajaran Matematika. Akhirnya seperti biasa, dia menuju kantor guru. Saya yang sedang menghitung kalender pendidikan dan jadwal seragam yang akan dibagikan kepada para siswa sengaja meminta tolong Fahmi untuk menghitungkannya juga. Bukan agar memudahkan. Sejujurnya, melakukannya sendiri tanpa 'direpoti' Fahmi yang masih kelas 2 SD itu, pasti hasilnya lebih cepat selesai. Tapi saya ingin mengajak Fahmi tetap belajar Matematika meskipun di luar kelas. Fahmi memang terkenal suka menolong. Pun ketika saya tawari untuk membantu saya, ia sangat antusias. Saya awali dengan memintanya menghitung lembaran kertasnya hingga sejumlah siswa perkelas. "Fahmi, tolong hitung sampai 16 yah." "Iya bu." Mulailah ia berhitung dengan cara bersuara. Ternyata kertas yang saya sodorkan kurang dari hitungan 16. "Bu, baru ada 13. Kurang kertasnya." "Ohya. Kurang berapa lagi ya?" Ta...

Derajat

Sore ini di sekolah ada sosialisasi ekskul memanah. Setelah anak-anak pulang, saya dan beberapa guru lain mencoba alat panahan itu dengan dipandu oleh sang pelatih. Busur telah terpasang dengan jarak sekitar 5 meter dari posisi si pemanah. Saya perhatikan si busur yang berbentuk segi empat namun ditengahnya berbentuk lingkaran 360° itu. Giliran saya mencoba untuk memanah. Ternyata posisi badan kita saat memanah harus lurus 180°. Hehe. Tidak boleh lebih atau kurang. Sementara pandangan harus fokus ke arah busur yg akan dituju anak panah. #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Jam

Entah kelas berapa pertama kali bisa membaca jam dan menghitung-hitungnya. Yang jelas diatas kelas 2. Dulu saat duduk di bangku sekolah dasar kelas 2, guru saya sering meminta saya dan beberapa teman untuk melihat jam dinding di kantor. "Lihat ya jarum pendeknya di angka berapa, jarum panjangnya di angka berapa." Pinta Bu Masriyah suatu hari. "Iya bu." Jawab kami serempak seraya pergi menuju kantor guru. Setelah melihat jam dinding yang memang satu-satunya ada di kantor guru, kami kembali ke kelas sambil mengingat-ingat posisi jarum jam yang baru kami lihat. --- Suram. Saat itu jangankan menghitung-hitung jam, untuk tahu pukul berapa saja saya tidak bisa membaca jam. Tapi setelah tahu, rasanya ada jutaan senyum yang membuat saya bergumam, "semua ada prosesnya. Ada tahapannya. Anak kecil tak perlu dipaksa bisa semuanya." Seperti sore ini ketika saya menghitung-hitung berapa lama saya berada di sekolah hari ini. Sampai sekolah pukul 07.00 dan menin...

Harga Bakso

Harga Bakso ~ Sore ini, saya dan beberapa guru masih stay di sekolah. Ada yg masih berkutat dengan pembuatan RPP, bebenah kelas, dan lain sebagainya. Pada satu celetukan, sepakatlah kami kalau kepala terasa nyut-nyutan dan butuh asupan makanan yang menyegarkan 🤣 Hingga akhirnya kami sampai pada satu kesepakatan untuk: membeli bakso. "Berapa harga baksonya bu?" Tanya saya pada guru lain yang biasa beli. "Waktu itu 15ribu." Jawab bu Lia. "Tapi kemarin kita beli 13ribu." Jawab yang lain. "Yaudah. 15ribu aja dulu yah. Sisanya untuk Pak Agung (yang mau membelikan)." Simpul saya. Satu persatu merogoh uang dikantongnya. Ada 5 orang yang membayar untuk masing-masing 1 porsi kecuali Bu Eva yang membeli 2 porsi, 1 untuk anaknya yang memang sekolah di tempat kami mengajar. Jadi uang terkumpul adalah 6x Rp. 15000 = Rp. 90000 Diberikanlah uang sejumlah tersebut kepada Pak Agung. "Pak ini tolong beli 6 porsi. Mudah-mudahan masih ada sisa buat on...

Prosentase Kehadiran ~

Hari ini adalah agenda rapat wali murid dengan tujuan sosialisasi program sekolah selama 1 tahun ke depan. Saya ditugaskan sebagai ketua pelaksana. Jadi sejak beberapa hari terakhir lumayan disibukkan untuk persiapan. Semua harus terkondisikan dengan baik. Maka komunikasi dan kordinasi harus berjalan dengan baik. Alhamdulillah, kegiatan rapat baru saja berakhir. Iseng-iseng saya hitung prosentase kehadiran wali murid. Dari 196 murid, hanya 90 wali murid yang hadir. Artinya, setelah saya hitung-hitung, prosentase kehadiran wali murid hanya mencapai 45,9 %. Hasil prosentase  ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya -_-

Pulsa ~

Semalam tadi melihat isi dompet yang ternyata sudah semakin menipis, padahal tanggal 1 masih sepekanan lagi :D Lantas saya ingat-ingat, kemana alokasi uang bulanan saya lebih banyak digunakan. Ternyata jawabannya untuk beli pulsa. Dan beli pulsanya tidak sekaligus jadi uang yang dikeluarkan lebih banyak. Hiksss.. Pelajaran yang kemudian saya dapat adalah: 1. Batasi pulsa bulanan dan kita harus konsisten dengan pembatasan ini. Jadi kalau pulsa habis sebelum waktunya, itusih DK (derita kita) :D 2. Beli pulsa sekaligus. Misal jika alokasi keuangan untuk pulsa selama sebulan adalah 50ribu, langsung beli 50rb, tentu dengan pemakaian yang juga harus diperhitungkan. Dengan membeli sekaligus ini, kita bisa menghemat beberapa ribu rupiah. Misalnya, jika kita membeli pulsa 50rb sekaligus harganya hanya 52rb. Sementara jika membelinya per 10rb dengan harga 12rb maka kseluruhan harga pulsa 50rb itu adalah 12rb x 5 yaitu 60rb. Lumayaan kaan 😂 Perhitungan banget yaa.. Tapi memang harus demiki...

8 kali 1 gelas = 8 Gelas

Saya termasuk orang yang bermasalah soal minum air putih yang cukup. Dulu bahkan, selesai makanpun saya enggan untuk minum. Teman saya sampai aneh lihat saya yang jarang minum, atau kalaulah minum hanya seteguk lalu cukup. Hingga akhirnya saat saya sakit dan dokter menyuruh saya untuk cek darah, diketahui bahwa kadar kekentalan darah saya tinggi. Saya juga jadi sering pegal-pegal. Malam kemarin, saya diingatkan lagi soal pentingnya banyak konsumsi air putih lewat kuliah whatsapp yg diadakan oleh sebuah grup. Maka kemudian saya berpikir, bagaimana caranya agar saya mengkonsumsi air putih sesuai kebutuhan, tanpa membuat saya mual atau merasa kembung. Ohiya, segelas demi segelas. Sampai delapan kali. Katanya, minimal kita butuh 8 gelas air putih dalam sehari, dalam waktu 24 jam. Jadilah saya putuskan untuk nyicil minum air putih seharian ini :D

Roda ~ Day 1

Sebelumnya, saya buntu tak menemukan sesuatu yang 'AHA' soal matematika. Hingga ketika saya menghampiri anak-anak murid baru saya yang tengah bergerombol di depan pintu kelas yang berbentuk saung dari pohon bambu, saya menemukan sesuatu yang membuat saya bergumam "Ahaaaa." Seorang siswi menghampiri saya sambil menyodorkan uang pecahan dua-ribuan. "Bu, tadi saya nemu uang di sini." Kata Uti, panggilan si anak jujur itu sambil menunjuk dimana tempatnya menemukan uang kertas yang sudah cukup lusuh itu. Tentu hal itu membuat saya takjub bahagia. "Terimakasih ya sayang. Nanti kalau ada temannya yang kehilangan uang suruh menghadap bu Ririn di kantor." Jawab saya penuh dengan senyum kebahagiaan. Pelajaran 1 saya dapat, dari seorang anak SD kelas 1 dengan uang selembaran bernilai 2 ribu rupiah itu. Tiba-tiba, seorang murid laki-laki datang menimpali obrolan saya dengan Uti. Biru namanya. "Bu, sepertinya itu uang saya." Katanya dengan lugu. ...

Aliran Rasa "Cerdas Literasi"

Tentang membangkitkan cinta dunia literasi. Cinta membaca paling tidaknya. Dari tantangan level 5 ini, lagi-lagi saya belajar tentang bagaimana agar menjadi konsisten, termasuk dalam hal membaca. Pohon literasi yang ditugaskan agaknya bisa membantu menjadikan semangat membaca secara konsisten terus terbangkitkan, dalam keadaan apapun. Yang sulit memang bagian permulaan. Memulai untuk meluangkan sekira 10 menit saja dari 24 jam waktu yang kita punya untuk membaca. Dan lewat tantangan level 4 inilah awalnya saya 'dipaksa' untuk melakukannya. Hingga ternyata, setelah memulainya dengan penuh kesulitan mengatur jadwal yang sedang padat-padatnya, ada rasa dimana saya merasa butuh untuk membaca. Ada hampa saat sehari saja melewatkan kesempatan membaca. Kegiatan membaca ini juga tlah menjadikan sebagian waktu yang terasa luang menjadi lebih produktif. Menjadikan diri yang punya saat-saat bersendiri menjadi punya teman baik, yakni si buku yang lewatnya dunia seolah meluas dari yang...