Jam



Entah kelas berapa pertama kali bisa membaca jam dan menghitung-hitungnya. Yang jelas diatas kelas 2. Dulu saat duduk di bangku sekolah dasar kelas 2, guru saya sering meminta saya dan beberapa teman untuk melihat jam dinding di kantor.
"Lihat ya jarum pendeknya di angka berapa, jarum panjangnya di angka berapa." Pinta Bu Masriyah suatu hari.
"Iya bu." Jawab kami serempak seraya pergi menuju kantor guru.
Setelah melihat jam dinding yang memang satu-satunya ada di kantor guru, kami kembali ke kelas sambil mengingat-ingat posisi jarum jam yang baru kami lihat.

---

Suram. Saat itu jangankan menghitung-hitung jam, untuk tahu pukul berapa saja saya tidak bisa membaca jam. Tapi setelah tahu, rasanya ada jutaan senyum yang membuat saya bergumam, "semua ada prosesnya. Ada tahapannya. Anak kecil tak perlu dipaksa bisa semuanya."
Seperti sore ini ketika saya menghitung-hitung berapa lama saya berada di sekolah hari ini. Sampai sekolah pukul 07.00 dan meninggalkan sekolah pukul 17.00. Berarti? 10 Jam!
Caranya bisa dengan mengurangkan 17 dengan 7, atau menghitung dari mulai 8 hingga 17. Atau, ada cara lain? Yah, ternyata matematika pun penuh dengan 'kebebasan'. Tidak mutlak satu rumus yg harus dihafalkan. Hehe. Sehingga ketika lupa rumus, kita tak berhenti bermatematika. Kita masih bisa menggunakan otak yg canggih ini untuk mengembangkan logika. Waaw. Math is fun. Math is around us :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga Bakso

Mendidik Anak dengan Bahagia

ADMIN GRUP ~