Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Keluarga Tidak Ideal

  Memiliki keluarga ideal tentu menjadi harapan banyak orang. Namun beberapa dari kita mungkin hanya cukup dengan mensyukuri yang sudah tertakdir, lalu mengambil pelajaran darinya. Kita tentu tak bisa memilih untuk terlahir dari keluarga yang seperti apa. Andai saja bisa, tentu keluarga terbaik lah yang kita pilih untuk menjadi keluarga kita. Keluarga yang jauh dari masalah. Keluarga bahagia, yang tak punya aib barang sedikit pun. Namun tidak demikian, bukan? Beberapa dari kita, barangkali ada yang kerap menangis diam-diam memikirkan bagaimana agar keluar dari persoalan keluarga yang tak kunjung selesai. Ada juga yang mungkin masih harus berjuang menyembuhkan luka batin akibat perpisahan. Sebagiannya lagi, mungkin juga ada yang masih harus terus-menerus melambungkan doa memohon hidayah untuk keluarga tercintanya. Atau kondisi-kondisi lain, yang jauh dari harapan bernama keluarga ideal. Termasuk saat-saat dimana kita harus mengikhlaskan cibiran, hinaan, perlakuan sebelah mata da...

Tandem Nursing Story

Tandem Nursing  Menyusui Dua Anak Sekaligus Istilah tandem nursing bukan hal yang sudah lama saya tahu. Sejak hamil anak pertama, saya bergabung dengan beberapa WA grup yang fokus bahasannya menyoal dunia ibu dan anak, termasuk tandem nursing ini. Sebelum hamil anak kedua, saya tidak terlalu tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut apa itu tandem nursing. Hanya sekadar tahu makna istilah tersebut. Namun sejak tahu kalau saya hamil (lagi) dengan kondisi kehamilan jarak dekat, saya mulai mencari informasi-informasi yang sekiranya saya butuhkan. Pun ternyata, lumayan banyak orang-orang terdekat yang sudah lebih dulu melewati kehamilan jarak dekat kemudian melakukan tandem nursing alias menyusui si kakak dan adik sekaligus. Sehingga selain mencari tahu lewat mesin pencarian google, saya juga banyak bertanya pada mereka yang sudah lebih dulu berpengalaman melewati proses yang memang tidak mudah ini. Setelah proses menanya sana sini tersebut, bismillah, saya niatan untuk tandem nursi...

Sepasang Jiwa

Tentang Pasangan~ Oleh: Ririn Marini Maka ternyata, pasangan yang Allah takdirkan untuk kita, ialah bukan si sempurna yang tanpa kurang dan salahnya. Bukan ia yang paling baik, paling cantik, paling tampan, paling saleh, paling pintar, dan paling paling yang lainnya. Bukan. Melainkan sosok lain yang hadirnya adalah untuk melengkapi segala yang kurang dari diri kita. Pun sebaliknya. Melainkan sosok lain yang hadirnya adalah untuk melengkapi apa yang jadi kebutuhan kita. Dan menyoal ini, yakinlah bahwa Allah Maha Tahu siapa jodoh terbaik buat kita. Jika sebelumnya kita berandai untuk bersanding dengan sederet nama, maka kini, saat sudah ada satu nama yang Allah pilihkan, syukuri keberadaannya.  Dan bersiaplah berdecak kagum pada jawaban-jawaban mengapa Allah menakdirkannya menjadi pendamping hidup kita. Saat kita selami hati kita dengan jujur, insyaAllah jawaban itu akan muncul begitu saja. Dengan segala penerimaan dalam jiwa kita, segala kurangnya pun akan menjadi sebentuk rasa syuk...

Mendidik Anak dengan Bahagia

Menjadi orang tua memang bukan tugas yang mudah. Terlebih di zaman yang katanya semakin modern ini. Kita dituntut untuk terus berpacu dengan segala perubahan yang begitu cepat. Jika kita enggan untuk terus belajar, maka sangat mungkin kita akan sangat kelelahan atau bahkan kebingungan dalam mendidik anak-anak. Namun sebagai muslim, kita patut bersyukur. Sebab kita telah memiliki panduan lengkap, termasuk bagaimana cara mendidik anak. Panduan itu bernama Al-Quran, kitab suci yang terjaga hingga akhir kehidupan di bumi ini. Dalam sebuah kajian bertema Sentuhan Parenting, Ustadz Budi Ashari menjelaskan, bahwa sebenarnya mendidik anak itu bisa menjadi mudah, manakala kita berpegang teguh pada pedoman utama kita yaitu Al-Quran dan Sunnah. Salah satu pelajaran yang dapat kita petik soal mendidik anak ini ada dalam kisah keluarga Imran yang Allah abadikan dalam QS. Ali Imran mulai dari ayat 35 hingga 37. Jika dirangkum, ada tiga poin besar yang harus kita perhatikan agar mendidik anak menjadi...