Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Aqila's cooking class

Hari ini saya menemani Aqila, salah satu muridku, untuk mengikuti cooking class for kids membuat pizza yang diselenggarakan oleh IIP Banten. Saya tak ingin menyia-nyiakan kegiatan ini begitu saja. Dari rumah saya bergumam, "semoga lewat cooking class, saya bisa mengobservasi gaya belajar Aqila." Karena kami datang terlambat, maka Aqila kebagian tempat duduk di paling belakang. Saya lihat Aqila tetap fokus memperhatikan penjelasan dari para guide meski saya tak yakin apakah Aqila mampu menangkap penjelasan tersebut atau tidak. Lumayan lama Aqila menunggu giliran, maka ia melakukan aktivitas lain yang memang sudah disiapkan oleh panitia. Mewarnai. Alhamduliah Aqila suka sekali mewarnai sehingga ia tidak merasa jenuh saat menunggu tadi. Tibalah Aqila mendapat giliran. Masuk ke dalam ruang pembuatan adonan pizza. Sayang, saya tak bisa melihatnya. Aelanjutnya, Aqila menuju ke tahap berikutnya. Memberi toping pizza seperti keju, sosis, daging, dan paprika. Saya memperhatikann...

Gaya Belajar Nico

Kali ini, saya ingin menceritakan gaya belajar salah seorang murid saya di sekolah. Nico namanya. Ia masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Diagnosa saya terhadap gaya belajar Nico dari tingkah polahnya selama ini kemudian dikatikan dengan ciri-ciri ketiga gaya belajar (Auiditory, visual dan kinestetik), Nico cenderung memiliki gaya belajar visual. Pertama, dia sangat senang musik. Seringkali ia merengek minta dinyalakan musik kesukaannya di kelas. Pun hari ini, Nico membisiki saya saat hendak belajar, "bu guru, istirahat setelin lagu yang dekorasi kelas itu ya." Maksudnya backsound yang ada dalam video dekorasi kelas, entah saya juga tak tahu judulnya hehe. Kedua, Nico juga terbilang suka menggambar. Meski gambarnya masih sangat sederhana. Pun hari ini, di sela-sela mengerjakan tugas, dia masih sempat-sempatnya membuat cerita bergambar. Ketiga, Nico seringkali hendak mengungkapkan sesuatu, tapi ia sulit mengungkapkannya lewat lisan. Tipe visual memang seperti ini. ...

Observasi Gaya Belajar Bayu

Hari ini, saya membacakan cerita kepada anak-anak. Ada satu anak yang saya fokuskan untuk saya observasi gaya belajarnya. Bayu namanya, salah satu siswa saya yang masih kelas 1 sekolah dasar. Pertama-tama, semua siswa diam.. Hingga saya mulai bercerita, daan.. Belum selesai saya bercerita, tapi Bayu seperti biasa mulai berkomentar. Hehehe. Dia juga begitu tertarik saat suara saya berubah-ubah mengikuti karakter-karakter binatang dalam cerita. Ia tertawa, sesekali mengikuti suara saya. Bila dilihat dari hal ini, nampaknya Bayu memiliki kecenderungan gaya belajar auditory. #TantanganHari6 #Level4 #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Observasi faqih day 3

Hari ini saya tak membuat projek khusus dengan Faqih untuk mengobservasi gaya belajarnya lebih dalam. Tapi, saya memperhatikan gerak-geriknya saat belajar. Mulai dari ice breaking di pagi hari hingga gayanya saat ditunjuk untuk pulang setelah ia menahan diri untuk terlihat rapi hehehe. Saat ice breaking, terkadang Faqih ini bisa jadi anak yang 'penurut', yang mengikuti instruksi guru di depan, juga mengikuti gerakan senam pagi yang dicontohkan oleh guru. Itu kalau menurut dia senmnya asyik dan menarik ya.  Hehe. Lain lagi kalau Faqih lagi senang bergerak kesana kemari. Dia takkan betah berada di satu tempat untuk mengikuti gerakan senam yang itu itu saja, atau kegiatan ice breaking yang sudah ia tahu polanya berkali-kali, tanpa jeda tanpa selingan. Ya, Faqih memang cepat bosan anaknya. Lanjut ke pelajaran tahfidz. Soal ini, ia begitu semangat mengikuti, meski dengan caranya sendiri. Jika semua murid mengikuti aturan dengan cara duduk rapi di satu tempat, untuk ini Faqih seo...

Gaya Belajar Aqilla

Hari Senin ini saya mengobservasi Aqilla Yasmin, murid les saya yang sudah seperti adik saya sendiri. Sebetulnya sampai saat inipun saya masih belum menemukan jawaban yang pasti soal gaya belajarnya Aqila ini. Tapi, setelah saya perhatikan dari gerak-geriknya saat kami belajar dengan bermain bagi-bagi permen, Aqila ini type visual. Kenapa? Karna ketika saya memintanya untuk mengambil permen lalu membaginya, dia malah memperhatikan mimik saya saat bicara 😂 Entah ada apa di wajah saya. Sebaliknya, ketika menyelesaikan soal pembagian dengan bantuan tabel, dia cepat sekali mengerti. Tipe visual seperti dijelaskan dalam materi gaya belajar anak di perkuliahan bunda sayang memang akan lebih mudah mengerti jika menggunakan media pembelajaran seperti gambar, tabel, dan lain sebagainya. Dan sepertinya, Aqila memiliki gaya belajar visual ini. Meskipun,tentu saat ini belum bisa disimpulkan, karena masih perlu waktu dan proses untuk melihat kecenderungan gaya belajar anak bukan? :) #Tantang...

My Learning Style

Karena sekolah libur, jadi selama 3 hari ini libur juga mengobservasi gaya belajar siswa 😂 Setelah membaca ulang materi bunsay level 4 mengenai gaya belajar, saya jadi berpikir tentang diri saya sendiri. Tentang gaya belajar yang tak pernah diobservasi. Dari ketiga ciri gaya belajar yang dijelaskan, ada 1 gaya belajar yang ciri-cirinya sesuai dengan apa yang saya alami dan rasakan. Ialah gaya belajar visual.  Salah satu ciri menonjol dari gaya belajar visual yang ada dalam diri saya adalah saya selalu ingin duduk di depan saat belajar di bangku sekolah maupun kuliah ataupun saat saya mengikuti kajian-kajian. Saya agak kesulitan menerima pelajaran jika hanya dengan mendengar saja. Biasanya, saya akan memperhatikan wajah, ekspresi, ataupun body language dari sang guru atau penyampai materi pelajaran.  Dari sebelas ciri gaya belajar yang dituliskan di materi bunsay mengenai gaya belajar, ternyata semua poin saya rasakan ada dalam diri saya. Berikut ini saya tulisa...

Observasi Day 2

Dijelaskan dalam materi bunda sayang level 4 mengenai mengenal gaya belajar anak, bahwa ada beberapa perbedaan antata anak dengan gaya belejar auditory, visual, dan kinestetik. Perbedaan ini dapat dilihat di antaranya dari gaya membaca anak. Hari ini, saya meminta para siswa untuk belajar membaca di perpustakan. Mereka boleh memilih buku apa saja yang menarik mereka. Setelahnya, mereka harus menceritakan isi dari buku yang telah mereka baca. Saya masih mengamati Faqih. Siswa saya yang tidak bisa berlama-lama diam itu nampak membaca sebuah buku. Buku pengetahuan alam. Saat waktu membaca, kebetulan ada suara bising pengeboran sumber air dari balik dinding ruang. Saya terganggu sekali. Tapi Faqih, tetap anteng membaca. Dengan suara kerasnya, hingga diam-diam saya tahu isi buku yang ia baca. Bila dilihat dari ketetaptenangannya meski dalam suasana bising, Faqih dapat tergolong ke dalam visual ataupun kinestetik. Sedang cara membacanya yang dengan suara keras, ini masuk ke dalam gaya ...

Observasi Day 1

Hari ini saya mengobservasi 1 siswa di kelas. Muhammad Nanda Alfaqih namanya. Dia terbilang murid yang sangat aktif, tidak bisa berdiam lama di satu tempat. Bila dilihat kasat mata, Faqih sepertinya memiliki gaya belajar kinestetik. Meski saya belum bisa menyimpulkan secara yakin. Hari ini pelajaran Matematika, tentang bangun datar. Sengaja, saya buat anak-anak menjadi active learner dalam pembelajaran hari ini, sedang saya hanya memfasilitasi saja. Anak-anak saya minta secara berkelompok membuat bangun datar lingkaran, segitiga, dan segiempat dari kertas karton. Saya bagikan satu persatu kertas karton beserta gunting kepada setiap kelompok. Faqih nampak langsung mengeksekusi. Membagi tugas dengan teman-temannya yang lain. Ada yang menggambar/menjiplak, ada yang bertugas menggunting, menglem, ada juga yang bertugas bersih-bersih sisa-sisa potongan karton. Saya amati, Faqih begitu serius membuat gambar-gambar lingkaran, segitiga, dan segiempat. Meski kebisingan terjadi di dalam rua...

Aliran Rasa Family Project

Ooh.. Jadi seseru ini ya menjadi ibu (profesional) Itu adalah ungkapan pertama setelah saya melewati proses demi proses dalam menjalani family project yang juga saya sebut sebagai class project karena beberapa kali saya yang masih single ini melakukannya dengan para siswa saya di sekolah. Hehehe. Dalam melakukan family project ini, 3 materi sekaligus dipraktekkan. Mulai dari membuat family forum yang pastinya membutuhkan komunikasi produktif agar anak-anak tertarik untuk ikut andil. Yang pada eksekusinya, kemandirian pun terujikan. Hasilnya, ialah kecerdasan anak yang terus diasah. Sebenarnya sih bukan cuma kecerdasan anak ya, kecerdasan saya pun ikut terasah. Misal, saat melakukan projek Rumah Bebas Sampah di rumah dengan adik saya yang bisa dibilang belum bisa mandiri itu, huuuuh saya harus berulang kali menahan diri dengan mengatakan,"sabar..sabar.. komprod..komprod.." kecerdasan emosional dan kecerdasan menghadapi tantangan saya teruji pada akhirnya huehehe.. Yan...

Class Project in Action

Yipppppiiii.. Hari ini senaaang sekali rasanya. Project yang kami diskusikan kemarin mulai kami garap. Semua anak muridku antusias mengambil peran. Diawali dengan membagi tugas oleh pimpro, projek menghias kelaspun dimulai. Ada yang membuat pola,  gunting-gunting, menempel, hingga yang beberes sampah. Hanya tadi, saya baru ingat, ada satu bagian hal yang terlupa. Penanggung jawab dokumentasi! Sehingga ketika hp saya mati, camera sekolah entah dimana, saya sibuk cari pinjaman hp ke bapak ibu guru yang lain. Alhamdulillah, ada juga yg berbaik hati jadi photografer dadakan 😶 Saat proses anak-anak berkreasi, ada sedikit hal yang bikin saya greget. Misalnya, saat melihat hasil guntingan anak-anak yang kurang rapi. Saat itu rasanya ingin mengatakan "sholih, ini masih kurang rapi.." Tapi, segera saja saya mengingat materi ketiga kuliah bunda sayang. "Apresiasi! No evaluasi!" Batin saya mengingatkan diri. Alhamdulillah.. Semua terkendali. Apalagi setelah melihat hasil ...

Class Project

Di sekolah tempat saya mengajar, akan diadakan lomba-lomba untuk menyambut hari isra mi'raj. Salah satunya adalah lomba menghias kelas. Jujur, saya bukanlah orang yang kreatif. Maka saat pertama kali mendengar pengumuman lomba ini, saya berpikir keras! Apalagi, saya adalah wali kelas 1, yang anak-anaknya saya pikir belum bisa diandalkan untuk berkreasi membuat ini dan itu. Itu dugaan awal. Setelah hari ini saya umumkan kepada anak-anak perihal lomba menghias kelas, mereka begitu antusias. Akhirnya, saya gunakan kesempatan ini untuk dijadikan sebuah project. Berikut penjelasan projeknya: Nama projek: Menghias Kelas Pimpro: Agnia dan Nico Waktu pelaksanaan: 1 pekan (7 April-13 April) setiap akhir pembelajaran. Bahan-bahan yang dibutuhkan: Kertas asturo, kertas origami, lem, benang wol, gunting, pensil, penggaris. Mula-mula, saya tontonkan pada anak-anak video menghias kelas dari youtube. Mereka nampak begitu terkesan karena memang kelas kami belum terhias dengan baik 😂 Kem...

Sharing is Caring

Menepi sejenak dari family project dengan keluarga di rumah. Kali ini ingin saya rangkaikan kata-kata tentang projek yang saya rancang dengan keluarga saya di lain tempat. Dengan sahabat-sahabat halaqoh (pengajian) saya. Sebenarnya, projek ini sudah sekira 2 pekan lalu direncakan. Ditunjuklah saya sebagai pimpinan projeknya. Padahal saya sudah menunjuk yang lain kala diskusi yang hanya bisa kami lakukan lewat whatsapp itu. Fuiiih.. Baiklah, saya terima keputusan musyawarah online itu. Sebagai pimpro, saya membagi tugas kepada seluruh anggota tim projek. Semua harus ikut andil. Semua mesti ambil bagian. Ohiya, sampai lupa menceritakan apa projek yang akan kami laksanakan ini. Kami menamainya projek 'Sharing is Caring'. Gagasan dari projek ini adalah, kami memiliki pakaian-pakaian bekas layak pakai yang sudah lama tak terpakai. Sementara di sisi lain, kami masih mendapati orang-orang yang berpakaian ala kadarnya, bahkan bisa dibilang tak layak pakai. Seperti para tukang becak...

Seblak Rasa Manis

Malam ini, saya sempat bingung mau buat famz project apa setelah 7 hari berlalu dengan project RBS. Hingga isi kepala tiba-tiba memikirkan satu menu masakan yang tengah hits seantero Indonesia hehehe.. Seblak! Beberapa hari sebelumnya, iseng-iseng saya bertanya resep makanan khas Bandung ini pada seorang rekan guru di sekolah yang sering membuat seblak saat ada rapat pekanan. Ternyata, resepnya tak serumit penampilannya (seblak) yang terlihat penuh warna. Bumbunya hanya cukup dengan bawang merah, bawang putih, rawit, tomat, dan sedikit kencur sebagai ciri khasnya. Ketika saya ajak si Adik, Imel, untuk membuat seblak, ternyata ia begitu antusias. Kami sekeluarga memang sangat menyukai makanan pedas, dan beberapa kali saya jumpai pun, Imel senang membawa seblak jajanannya di sekolah ke rumah. Singkat cerita, kami mulai membagi tugas. Ohiya, project cooking seblak ini diikuti oleh saya, imel, juga Bapak dan Ibu. Dan sayalah yang bertindak sebagai leadernya. Di tahap awal, Ibu bertug...