Postingan

Keluarga Tidak Ideal

  Memiliki keluarga ideal tentu menjadi harapan banyak orang. Namun beberapa dari kita mungkin hanya cukup dengan mensyukuri yang sudah tertakdir, lalu mengambil pelajaran darinya. Kita tentu tak bisa memilih untuk terlahir dari keluarga yang seperti apa. Andai saja bisa, tentu keluarga terbaik lah yang kita pilih untuk menjadi keluarga kita. Keluarga yang jauh dari masalah. Keluarga bahagia, yang tak punya aib barang sedikit pun. Namun tidak demikian, bukan? Beberapa dari kita, barangkali ada yang kerap menangis diam-diam memikirkan bagaimana agar keluar dari persoalan keluarga yang tak kunjung selesai. Ada juga yang mungkin masih harus berjuang menyembuhkan luka batin akibat perpisahan. Sebagiannya lagi, mungkin juga ada yang masih harus terus-menerus melambungkan doa memohon hidayah untuk keluarga tercintanya. Atau kondisi-kondisi lain, yang jauh dari harapan bernama keluarga ideal. Termasuk saat-saat dimana kita harus mengikhlaskan cibiran, hinaan, perlakuan sebelah mata da...

Tandem Nursing Story

Tandem Nursing  Menyusui Dua Anak Sekaligus Istilah tandem nursing bukan hal yang sudah lama saya tahu. Sejak hamil anak pertama, saya bergabung dengan beberapa WA grup yang fokus bahasannya menyoal dunia ibu dan anak, termasuk tandem nursing ini. Sebelum hamil anak kedua, saya tidak terlalu tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut apa itu tandem nursing. Hanya sekadar tahu makna istilah tersebut. Namun sejak tahu kalau saya hamil (lagi) dengan kondisi kehamilan jarak dekat, saya mulai mencari informasi-informasi yang sekiranya saya butuhkan. Pun ternyata, lumayan banyak orang-orang terdekat yang sudah lebih dulu melewati kehamilan jarak dekat kemudian melakukan tandem nursing alias menyusui si kakak dan adik sekaligus. Sehingga selain mencari tahu lewat mesin pencarian google, saya juga banyak bertanya pada mereka yang sudah lebih dulu berpengalaman melewati proses yang memang tidak mudah ini. Setelah proses menanya sana sini tersebut, bismillah, saya niatan untuk tandem nursi...

Sepasang Jiwa

Tentang Pasangan~ Oleh: Ririn Marini Maka ternyata, pasangan yang Allah takdirkan untuk kita, ialah bukan si sempurna yang tanpa kurang dan salahnya. Bukan ia yang paling baik, paling cantik, paling tampan, paling saleh, paling pintar, dan paling paling yang lainnya. Bukan. Melainkan sosok lain yang hadirnya adalah untuk melengkapi segala yang kurang dari diri kita. Pun sebaliknya. Melainkan sosok lain yang hadirnya adalah untuk melengkapi apa yang jadi kebutuhan kita. Dan menyoal ini, yakinlah bahwa Allah Maha Tahu siapa jodoh terbaik buat kita. Jika sebelumnya kita berandai untuk bersanding dengan sederet nama, maka kini, saat sudah ada satu nama yang Allah pilihkan, syukuri keberadaannya.  Dan bersiaplah berdecak kagum pada jawaban-jawaban mengapa Allah menakdirkannya menjadi pendamping hidup kita. Saat kita selami hati kita dengan jujur, insyaAllah jawaban itu akan muncul begitu saja. Dengan segala penerimaan dalam jiwa kita, segala kurangnya pun akan menjadi sebentuk rasa syuk...

Mendidik Anak dengan Bahagia

Menjadi orang tua memang bukan tugas yang mudah. Terlebih di zaman yang katanya semakin modern ini. Kita dituntut untuk terus berpacu dengan segala perubahan yang begitu cepat. Jika kita enggan untuk terus belajar, maka sangat mungkin kita akan sangat kelelahan atau bahkan kebingungan dalam mendidik anak-anak. Namun sebagai muslim, kita patut bersyukur. Sebab kita telah memiliki panduan lengkap, termasuk bagaimana cara mendidik anak. Panduan itu bernama Al-Quran, kitab suci yang terjaga hingga akhir kehidupan di bumi ini. Dalam sebuah kajian bertema Sentuhan Parenting, Ustadz Budi Ashari menjelaskan, bahwa sebenarnya mendidik anak itu bisa menjadi mudah, manakala kita berpegang teguh pada pedoman utama kita yaitu Al-Quran dan Sunnah. Salah satu pelajaran yang dapat kita petik soal mendidik anak ini ada dalam kisah keluarga Imran yang Allah abadikan dalam QS. Ali Imran mulai dari ayat 35 hingga 37. Jika dirangkum, ada tiga poin besar yang harus kita perhatikan agar mendidik anak menjadi...

Jurnal Telur-telur #3

Gambar
Setelah menentukan ketrampilan yang ingin dikuasai serta menentukan kuadran aktivitas di telur-telur merah pekan lalu, di pekan ketiga ini mahasiswi bunda cekatan batch 1 diminta unduk menentukan cara belajar yang gue banget serta menentukan ilmu mana yang ingin difokuskan untuk dikuasai selama periode kelas Bunda Cekatan ini. Saya menuliskannya pada template berikut. Sebenarnya banyak ilmu yang ingin saya pelajari. Akan tetapi karena saya ingin lebih fokus, maka saya memilih dua ilmu ini; Menulis dan Parenting. Setelah merenung, rasanya bahagia saya saat ini berada di kedua hal ini. Menulis adalah aktivitas yang membahagiakan buat saya. Ia adalah bakat spesifik yang telah melekat sejak saya kecil. Sayangnya, ia tidak tergali sedari dini. Tak mengapa. Belum terlambat menurut saya. Maka di kelas Bunda Cekatan inilah saya ingin belajar lebih dalam lagi dalam hal menulis acara menjadi cekatan di bidang ini.  Sedangkan parenting , adalah disiplin ilmu yang entah menga...

Jurnal Telur-telur #2

Gambar
Setelah menemukan aktivitas yang membahagiakan di pekan 1 lalu, kini saatnya menentukan keterampilan apa saja yang ingin dikuasai untuk meningkatkan kebahagiaan. Setelah melewati perenungan mendalam#cieeee akhirnya saya menentukan keterampilan-keterampilan berikut yang saya bagi dalam 4 kuadran; Sebagai ibu baru, ternyata keterampilan yang saat ini banyak menarik perhatian saya adalah keterampilan menyangkut anak (bayi), seperti keterampilan menggendong dan membuat portofolio anak. Selain itu, ada satu keterampilan yang sebelumnya masuk dalam kuadran tidak bisa dan tidak suka, namun kini malah masuk ke keterampilan yang penting dan mendesak. Yapssss, MEMASAK 😂 Ini saya putuskan setelah pekan lalu pak suami secara tersirat mengatakan bahwa ia bahagia jika istrinya memasak untuknya. Hiksss auto sedih. Heheheh. Lalu setelah pernyataan itu, saya mencoba mengandalkan salah satu aktivitas yang membahagiakan saya yaitu belajar via internet. Kali ini saya banyak menghabiskan waktu u...

Jurnal Telur-telur #1

Gambar
Tahap telur-telur #1 Melacak Kekuatan Menjadi ibu yang bahagia dan membahagiakan ~ "Apa aktivitas yang membuat saya bahagia sebagai perempuan, istri, dan ibu?" Pertanyaan inilah yang terngiang-ngiang setelah mendengarkan 'dongeng' Ibu Septi Peni Wulandani di Tahap pertama kelas Bunda Cekatan IIP. Setelah merenung dan berdiskusi dengan suami, muncullah kuadran aktivitas ala saya berikut ini; Dari kuadran aktivitas ini, akhirnya saya menemukan aktivitas-aktivitas yang membahagiakan. Aktivitas yang mestinya lebih saya fokuskan. Agar saya jadi perempuan, istri, dan ibu yang bahagia. Karena keluarga yang bahagia, ternyata dimulai dari istri/ibu yang bahagia. Dan, inilah telur-telur hijau saya. Telur-telur kebahagiaan saya. #BundaCekatan #BuncekBatch1 #BuncekIIP #InstitutIbuProfesional