Roda ~ Day 1
Sebelumnya, saya buntu tak menemukan sesuatu yang 'AHA' soal matematika. Hingga ketika saya menghampiri anak-anak murid baru saya yang tengah bergerombol di depan pintu kelas yang berbentuk saung dari pohon bambu, saya menemukan sesuatu yang membuat saya bergumam "Ahaaaa." Seorang siswi menghampiri saya sambil menyodorkan uang pecahan dua-ribuan.
"Bu, tadi saya nemu uang di sini." Kata Uti, panggilan si anak jujur itu sambil menunjuk dimana tempatnya menemukan uang kertas yang sudah cukup lusuh itu. Tentu hal itu membuat saya takjub bahagia.
"Terimakasih ya sayang. Nanti kalau ada temannya yang kehilangan uang suruh menghadap bu Ririn di kantor." Jawab saya penuh dengan senyum kebahagiaan.
Pelajaran 1 saya dapat, dari seorang anak SD kelas 1 dengan uang selembaran bernilai 2 ribu rupiah itu.
Tiba-tiba, seorang murid laki-laki datang menimpali obrolan saya dengan Uti. Biru namanya.
"Bu, sepertinya itu uang saya." Katanya dengan lugu. Dengan ekspresi wajah yang jarang saya temui dari anak-anak pada umumnya.
"Oh.. ini uang Biru?" Tanya saya memastikan. Sambil melihat kantong sakunya yang memang kosong. Biru mengangguk, lantas saya menyodorkan uang dua ribuan itu padanya.
"Yeaaay, aku bisa jajaan." Katanya riang sambil membeberkan uang tersebut pada teman-temannya yang sudah lebih dulu jajan.
Tiba-tiba, tatapan mata biru mengarah pada roda kecil di dasar pintu yang menjadikan pintu dari anyaman pohon bambu itu dapat bergeser.
"Wah, itu ada roda.." Kata Biru bak detective yang baru menemukan sesuatu yang menarik. Sesaat, teman-teman yg lainnya pun ikut memlerhatikan pintu yang sebenarnya sudah sejak 2 lalu mereka lihat.
Biru beranjak dari tempatnya semula, menuju bawah pintu lalu melihatnya dengan seksama. Kemudian menggeser-gesernya, "oh, roda inilah yg bisa membuat pintu ini bergeser." Barangkali begitulah pikirnya.
Math is around us. Kali ini tentang roda yang bisa memudahkan gerak. *Eh, ini matematika apa fisika ya? 😅
"Bu, tadi saya nemu uang di sini." Kata Uti, panggilan si anak jujur itu sambil menunjuk dimana tempatnya menemukan uang kertas yang sudah cukup lusuh itu. Tentu hal itu membuat saya takjub bahagia.
"Terimakasih ya sayang. Nanti kalau ada temannya yang kehilangan uang suruh menghadap bu Ririn di kantor." Jawab saya penuh dengan senyum kebahagiaan.
Pelajaran 1 saya dapat, dari seorang anak SD kelas 1 dengan uang selembaran bernilai 2 ribu rupiah itu.
Tiba-tiba, seorang murid laki-laki datang menimpali obrolan saya dengan Uti. Biru namanya.
"Bu, sepertinya itu uang saya." Katanya dengan lugu. Dengan ekspresi wajah yang jarang saya temui dari anak-anak pada umumnya.
"Oh.. ini uang Biru?" Tanya saya memastikan. Sambil melihat kantong sakunya yang memang kosong. Biru mengangguk, lantas saya menyodorkan uang dua ribuan itu padanya.
"Yeaaay, aku bisa jajaan." Katanya riang sambil membeberkan uang tersebut pada teman-temannya yang sudah lebih dulu jajan.
Tiba-tiba, tatapan mata biru mengarah pada roda kecil di dasar pintu yang menjadikan pintu dari anyaman pohon bambu itu dapat bergeser.
"Wah, itu ada roda.." Kata Biru bak detective yang baru menemukan sesuatu yang menarik. Sesaat, teman-teman yg lainnya pun ikut memlerhatikan pintu yang sebenarnya sudah sejak 2 lalu mereka lihat.
Biru beranjak dari tempatnya semula, menuju bawah pintu lalu melihatnya dengan seksama. Kemudian menggeser-gesernya, "oh, roda inilah yg bisa membuat pintu ini bergeser." Barangkali begitulah pikirnya.
Math is around us. Kali ini tentang roda yang bisa memudahkan gerak. *Eh, ini matematika apa fisika ya? 😅
Komentar
Posting Komentar