Melatih Kemandirian Day 9
Pagi tadi saya bangun 'kesiangan'. Saat adzan sayup-sayup terdengar, rasanya berat untuk bangkit dari pembaringan. Mungkin karena tiga hari terakhir ini saya 'membolehkan' diri saya bangun tepat alarm adzan subuh berkumandang, bukan saat alarm di ponsel yang sudah saya atur agar berbunyi 1 jam sebelum adzan subuh. Padahal rasa sakit yang 3 hari terakhir ini saya rasakan mulai berangsur sembuh. Hanya flu ringan saja yang masih tersisa. Rencananya, hari ini saya akan kembali ke rutinitas mencuci pakaian setelah sebelumnya slama saya sakit, tumpukan pakaian kotor mulai terlihat, mengganggu pemandangan π Meski ternyata, tumpukan cucian itu saya lihat kemarin sore sudah raib, dilahap ibu saya yang baik hati dan tidak sombong. Hehe. Jadi pagi tadi kalau saya mencucipun sebenarnya tak banyak. Hanya satu stel pakaian yang saya kenakan hari kemarin. Tapi, karena melihat waktu yang seolah bergerak cepat, akhirnya saya meninggalkan rumah tanpa mencicil untuk mencuci pakaian. Haaah.. Meninggalkan kebiasaan baik ternyata tak sesulit ketika membangunnya π±
Baiklah. Meski kemarin tlah menambah satu skill kemandirian (meski sangat sederhana), tapi rasanya sedih juga jika skill yang sudah diusahakan sebelumnya malah menguap begitu saja. Besok harus bangun lebih awal lagi!
Di sekolah, saya minum tidak menggunakan gelas di dapur karena saya bawa tempat minum sendiri. Biar seperti raja salman yang bawa keperluannya sendiri hehehe (oot). Sampai waktu makan siang tiba. Saya ikut makan bersama murid-murid saya di ruang makan. Setelah selesai, saya langsung mencuci piring, sendok, serta gelas yang saya gunakan. Meski kemarin saya dibilang, "ibu jadi ibu dapur sekarang?" Oleh seorang murid yang memang suka iseng di sekolah πTapi saya tetap woles dan melanjutkan misi kemandirian dari hal kecil ini.
Saat saya mencuci piring dan saya dapati beberapa murid yang menaruh piring kotornya lengkap dengan sisa sampah di atasnya, saya meminta mereka untuk membuang sampahnya terlebih dahulu ke tempat sampah baru boleh menyimpan piringnya ke tempat mencuci piring. Sedikit demi sedikit lah ya, mereka (siswa-siswi) pun akan saya tularkan soal melatih kemandirian hehe.
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Baiklah. Meski kemarin tlah menambah satu skill kemandirian (meski sangat sederhana), tapi rasanya sedih juga jika skill yang sudah diusahakan sebelumnya malah menguap begitu saja. Besok harus bangun lebih awal lagi!
Di sekolah, saya minum tidak menggunakan gelas di dapur karena saya bawa tempat minum sendiri. Biar seperti raja salman yang bawa keperluannya sendiri hehehe (oot). Sampai waktu makan siang tiba. Saya ikut makan bersama murid-murid saya di ruang makan. Setelah selesai, saya langsung mencuci piring, sendok, serta gelas yang saya gunakan. Meski kemarin saya dibilang, "ibu jadi ibu dapur sekarang?" Oleh seorang murid yang memang suka iseng di sekolah πTapi saya tetap woles dan melanjutkan misi kemandirian dari hal kecil ini.
Saat saya mencuci piring dan saya dapati beberapa murid yang menaruh piring kotornya lengkap dengan sisa sampah di atasnya, saya meminta mereka untuk membuang sampahnya terlebih dahulu ke tempat sampah baru boleh menyimpan piringnya ke tempat mencuci piring. Sedikit demi sedikit lah ya, mereka (siswa-siswi) pun akan saya tularkan soal melatih kemandirian hehe.
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Komentar
Posting Komentar