Master Mind RBS
Sebelum project Rumah Bebas Sampah (RBS) ini berjalan di rumah kami, saya sering uring-uringan. Apalagi setelah beres-beres rumah di hari Ahad, lantas hari Seninnya sudah melihat sampah berceceran, huuuuh rasanya kesal setengah hidup. Seisi rumah seakan tak punya tanggung jawab terhadap kebersihan dan kerapihan rumah. Rasa ingin menyalahkan mereka terlalu besar dan sangat beralasan buat saya pada awalnya. Namun, setelah saya pikirkan lagi, saya juga ikut andil dalam ketidakberesan rumah kami. Ialah karena selama ini, kesadaran saya terhadap kebersihan dan kerapian rumah, tidak dapat menyadarkan anggota keluarga lainnya untuk melakukan yang sama. Mengapa? Setidaknya ada 2 hal yang jadi kendala. Yang pertama adalah komunikasi. Selama ini saya menginginkan keluarga untuk punya kesadaran masing-masing untuk menjaga kebersihan rumah. Tapi saya tak menyampaikan keinginan tersebut dengan baik. Seringkali, kekesalan membuat komunikasi tidak produktif mendominasi. Kedua, selama ini saya tak melibatkan keluarga dalam melakukan tugas bersih-bersih rumah. Jadilah mereka tak terpancing kesadarannya untuk ikut andil dalam menjaga kebersihan rumah setiap saat, setiap hari.
Daaan, family project yang kami beri judul Rumah Bebas Sampah (RBS) ini secara perlahan membuat seluruh anggota keluarga memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan. Meski baru hanya sekadar membuang sampah pada tempatnya.
Alhamdulillah. Jika biasanya setiap kali menyapu lantai bukan hanya debu yang saya sapu, tapi juga sampah-sampah, setelah RBS ini berjalan, sudah jarang terlihat lagi sampah bertebaran di setiap ruang. Juga, dengan adanya penanggung jawab sampah, tempat sampah tak lagi seperti gunungan sampah yang entah siapa yang harus membuangnya.
Meski belum terbilang berhasil, tapi hasil yang sedikit ini semoga terus menjadikan semua anggota keluarga bersemangat untuk terus menjaga kebersihan. Karena ternyata, kondisi rumah sangatlah berpengaruh terhadap kondisi hati dan pikiran. Saat rumah nampak rapi dan bersih, hati dan pikiran kan terasa jernih.
#TantanganHari8
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP
Daaan, family project yang kami beri judul Rumah Bebas Sampah (RBS) ini secara perlahan membuat seluruh anggota keluarga memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan. Meski baru hanya sekadar membuang sampah pada tempatnya.
Alhamdulillah. Jika biasanya setiap kali menyapu lantai bukan hanya debu yang saya sapu, tapi juga sampah-sampah, setelah RBS ini berjalan, sudah jarang terlihat lagi sampah bertebaran di setiap ruang. Juga, dengan adanya penanggung jawab sampah, tempat sampah tak lagi seperti gunungan sampah yang entah siapa yang harus membuangnya.
Meski belum terbilang berhasil, tapi hasil yang sedikit ini semoga terus menjadikan semua anggota keluarga bersemangat untuk terus menjaga kebersihan. Karena ternyata, kondisi rumah sangatlah berpengaruh terhadap kondisi hati dan pikiran. Saat rumah nampak rapi dan bersih, hati dan pikiran kan terasa jernih.
#TantanganHari8
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP
Komentar
Posting Komentar