Menjalankan Jadwal RBS #Day1
Setelah malamnya kami menempatkan tempat-tempat sampah di beberapa sudut rumah, pagi harinya saya dapati sudah lumayan banyak sampah yang ada di dalamnya. Alhamdulillah. Saya bersyukur, sebab tidak ada lagi saya lihat sampah-sampah bercecer di sembarang tempat.
Berdasar jadwal yang tlah dibuat leader, yaitu Imel adik saya, Kamis ini adalah Imel sendiri yang bertugas membuang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Tapi pagi itu benar-benar hectic. Entah apa yang membuat Imel lama-lama bersiap. Sebelumnya tlah saya ingatkan bahwa pagi ini, Imel yang harus membuang sampah. Ia hanya mengangguk. Sampai ketika saya tlah siap berangkat, Imel masih belum memakai jilbabnya. Saya mulai agak kesal, terlebih ketika saya melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 06.35. Biasanya kami sudah berangkat. Karena jarak rumah dengan tempat saya mengajar lumayan jauh. Akhirnya secara spontan saya marah (astaghfirullah). Saya buru-buru mengeluarkan sepeda motor. Imel mulai cemberut dan langsung bersegera. Kamipun jalan dengan kondisi hati yang barangkali sama-sama tidak nyaman. Saya sendiri agak menyesal. Ada yang saya lewatkan dalam menjalankan project kali ini, yaitu komunikasi produktif.
Sore harinya saat pulang dari sekolah, saya melihat Imel tengah terlelap. Kemudian samar-samar ia mulai bangun dari tidurnya. Saya membisik pelan di telinganya, "tadi pagi belum buang sampah ya? Buang sekarang yaa.."
Imel mengangguk meski mungkin dalam keadaan setengah sadar. Sampai akhirnya ia benar-benar tlah bangun dari tidurnya, dan ia melakukan tugasnya dengan sangat baik.
"Tooos!" Ucap saya sambil membuka tangan lebar-lebar dihadapannya. Imel pun membalasnya sambil tersenyum.
#TantanganHari3
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Komentar
Posting Komentar