Konselor
Beberapa hari ini berita-berita terkait masalah-malasah anak-anak berseliweran di telinga. Mulai dari kemandirian yang sangat memprihatinkan sampai dengan masalah pelecehan seksual. Astaghfirullaah..
Saya yakin, mereka (anak-anak) yang 'bermasalah' hanyalah korban dari salah asuh yang mungkin dilakukan oleh orang-orang dewasa di sekitar mereka. Orangtua utamanya.
Hari ini, saya ingin menyediakan telinga dan hati saya untuk mendengar dan memahami apa yang sebenarnya anak-anak itu rasakan. Maka disela-sela kegiatan belajar mengajar, saya gunakan untuk membuka konseling di kelas.
Ada curahan-curahan hati yang membuat saya lumayan sedih. Misal, salah satu siswa saya awalnya bertanya seperti ini: " bu, kalau saya ngerokok, bapak saya ngerokok, boleh nggak bapak saya marahin saya?"
Maksudnya si anak ternyata adalah ingin mengingatkan ayahnya bahwa merokok itu tidak baik. Pun kemudian saya mengambil pelajaran, bahwa seringkali orangtua mengajarkan untuk tidak melakukan A, tapi ia sendiri melakukannya. Padahal, anak adalah peniru ulung. Apalagi pada orangtuanya.
Adalagi curahan yang tak kalah sedih.
"Apasih yang membuat kalian jenuh?" Tanya saya.
"PR yang banyak bu!"
"Dimarah-marahin orangtua bu!"
Begitulah jawaban polos mereka.
Ya Rabbi. Saya mengelus dada. Merasa bersalah rasanya pernah memberikan mereka beban yang membuat mereka terbebani (stress). Padahal kondisi-kondisi demikian bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab utk menghancurkan mereka. Salah satunya adalah unsur-unsur pornografi lewat berbagai macam media seperti games, film, dsb.
"Terus kalau kalian jenuh, apa yang biasa kalian lakukan?" Tanya saya lagi.
"Tidur!"
"Main games!"
"Nonton tv!"
"Nonton youtube!"
Dll.
Ya Rabbi. Lagi-lagi saya beristighfar. Padahal kita tahu juga kalau anak-anak kita tak aman lagi. Tayangan tv yang mereka tonton, bukankah jarang sekali yang ramah anak. Apalagi tontonan youtube yang bahkan mereka sendiri akui kalau seringkali video-video tak senonoh tetiba muncul, bertemu dengan curiosity mereka yang sedang tinggi-tingginya. Pun games-games jaman sekarang.
Dari kegiatan konselor hari ini ada kekuatan yang membuat saya cukup bahagia. Setidaknya, dengan ilmu komunikasi produktif yang coba saya terapkan, anak-anak mau terbuka dengan saya. Anak-anak tak menciptakan jarak untuk bercurah kisah. Alhamdulillaah.. Semoga Allah selalu menjaga mereka.
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
Saya yakin, mereka (anak-anak) yang 'bermasalah' hanyalah korban dari salah asuh yang mungkin dilakukan oleh orang-orang dewasa di sekitar mereka. Orangtua utamanya.
Hari ini, saya ingin menyediakan telinga dan hati saya untuk mendengar dan memahami apa yang sebenarnya anak-anak itu rasakan. Maka disela-sela kegiatan belajar mengajar, saya gunakan untuk membuka konseling di kelas.
Ada curahan-curahan hati yang membuat saya lumayan sedih. Misal, salah satu siswa saya awalnya bertanya seperti ini: " bu, kalau saya ngerokok, bapak saya ngerokok, boleh nggak bapak saya marahin saya?"
Maksudnya si anak ternyata adalah ingin mengingatkan ayahnya bahwa merokok itu tidak baik. Pun kemudian saya mengambil pelajaran, bahwa seringkali orangtua mengajarkan untuk tidak melakukan A, tapi ia sendiri melakukannya. Padahal, anak adalah peniru ulung. Apalagi pada orangtuanya.
Adalagi curahan yang tak kalah sedih.
"Apasih yang membuat kalian jenuh?" Tanya saya.
"PR yang banyak bu!"
"Dimarah-marahin orangtua bu!"
Begitulah jawaban polos mereka.
Ya Rabbi. Saya mengelus dada. Merasa bersalah rasanya pernah memberikan mereka beban yang membuat mereka terbebani (stress). Padahal kondisi-kondisi demikian bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab utk menghancurkan mereka. Salah satunya adalah unsur-unsur pornografi lewat berbagai macam media seperti games, film, dsb.
"Terus kalau kalian jenuh, apa yang biasa kalian lakukan?" Tanya saya lagi.
"Tidur!"
"Main games!"
"Nonton tv!"
"Nonton youtube!"
Dll.
Ya Rabbi. Lagi-lagi saya beristighfar. Padahal kita tahu juga kalau anak-anak kita tak aman lagi. Tayangan tv yang mereka tonton, bukankah jarang sekali yang ramah anak. Apalagi tontonan youtube yang bahkan mereka sendiri akui kalau seringkali video-video tak senonoh tetiba muncul, bertemu dengan curiosity mereka yang sedang tinggi-tingginya. Pun games-games jaman sekarang.
Dari kegiatan konselor hari ini ada kekuatan yang membuat saya cukup bahagia. Setidaknya, dengan ilmu komunikasi produktif yang coba saya terapkan, anak-anak mau terbuka dengan saya. Anak-anak tak menciptakan jarak untuk bercurah kisah. Alhamdulillaah.. Semoga Allah selalu menjaga mereka.
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
Komentar
Posting Komentar